BerandaUncategorized22 Frater Postulan MSC, Menerima Busana Rohani.

22 Frater Postulan MSC, Menerima Busana Rohani.

Published on

spot_img

Sabtu, 14 Juni 2025. Merupakan hari bahagia bagi 22 Frater Postulan MSC yang menerima Busana Rohani, pakaian kebiaraan mereka untuk pertama kali di Kapel Biara Hati Kudus Yesus, Pineleng. Busana ini diserahkan diberkati dan oleh RP Sam Maranresi MSC, yang juga sebagai Provincial MSC Indonesia. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Uskup Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC sebagai selebran utama, didampingi Provincial MSC, Superior Skolatikat MSC RP Julius Sodah MSC, Magister Postulat MSC RP Marselinus Subi MSC, Superior Daerah MSC Sulkaltimtara (Sulawesi, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara), RP Cornelius Kuli Keban MSC, Vikariat Jenderal Kesukupan Manado, Pastor Wilhelmus Tome Pr, para Pastor pembina di Polstulat, Skolastikat dan Pastor MSC lainnya.

Bapa Uskup menekankan “sesuai bacaan hari ini Yesaya 61 ayat 10, ‘Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan padaku, dan menyelubungi Aku dengan jubah kebenaran’. Luar biasa bagi orang tua yang telah mendidik dan menyerahkan anda. Dan anda telah melewati pembinaan di Seminari Menengah, di Postulat, sehingga benar Allah mengasihi anda sekalian. Jadi jubah ini, pakaian ini menjadi kesaksian bahwa Allah mengasihi kita, oleh sebab ini menjadi panggilan, berkat dan karunia yang diberikan kepada anda, juga adalah tugas kesaksian bahwa saya mengenakan jubah kebenaran, bahwa Allah mengasihi saya. Saya mengenakan pakaian keselamatan bahwa Allah menyelamatkan saya, Allah akan mengangkat saya pada keselamatan”.

Bapa Uskup menegaskan “Para Postulan yang akan mengenakan pakaian rohani, mohonlah kepada Roh Kudus, agar paham betul akan apa yang akan kamu kenakan. Orang tua tentu mengharapkan agar supaya itu dikenakan terus menerus, tapi akhirnya kembali kepada anda. Apakah anda seperti Samuel yang sejak kecil sudah dipersiapkan, lalu anda dibina oleh para Magister, oleh para pembina konfrater, yang datang memberikan perhatian kepada anda, menjadi tugas yang tidak gampang. Saat ini masih menjadi tahun awal, perjalanan masih panjang sebelum pada tahap final, kaul kekal dan tahbisan imam. Mohonlah kepada Tuhan, sama seperti Samuel ‘Bersabdalah Tuhan HambaMu mendengarkan’.”

Dalam sapaanya Pater Sam Maranresi (sebelum menyerahkan busana Rohani) menyampaikan, “anda telah mengalami pembinaan di Postulat MSC selama satu tahun dan untuk perkembangan secara manusiawi dan kristiani, benih panggilan yang ditaburkan oleh Allah dalam hatimu, telah tumbuh dan berkembang berkat banyak orang lain dan melalui usahamu yang sungguh-sungguh. Semua itu menunjukkan keterbukaan hatimu untuk kerjasama dengan Rahmat Allah, yang bergiat dalam dirimu dalam kuasa roh kudus”.
“Kini anda akan menerima busana Rohani sebagai tanda niat yang suci untuk mengikuti panggilan Tuhan dengan sebulat hati. Jagalah kemurnian hatimu agar supaya pakaian rohani yang akan anda terima, benar-benar menandakan kesaksian imanmu, untuk hidup hanya mengabdi Tuhan dan melayani sesama agar datanglah kerajaannya, ingatlah akan kata-kata Tuhan kita Yesus Kristus “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Aku yang memilih kamu”. Bukan karena jasa-jasamu Tuhan memilih kamu, tetapi semata-mata karena rahmat dan belas kasihNya”, tegas Pater Sam.

Pater Sam menyampaikan dan medoakan “Mengikuti panggilan Tuhan adalah cita-cita yang luhur namun juga tidak mudah, banyak tantangan dan kesulitan akan anda hadapi tetapi yakinlah bahwa anda tidak berjalan sendirian. Tuhan membantu dengan rahmatnya, melalui berbagai cara. Semoga Allah yang telah memulai harinya yang baik ini dalam dirimu akan membimbing dan melindungimu dalam menjalani panggilan”.

Magister Postulat RP Marselinus Subi, MSC juga turut memberikan support skaligus mendoakan proses selanjutnya ke 22 Frater Postulan, dalam sambutannya menyampaikan, “Peristiwa penerimaan Busana Rohani, ini mengantar saya pada tiga permenungan kecil, yang mau sampaikan kepada adik-adik saya ini. Pertama, mulai hari ini semua orang tahu bahwa hidupmu ini bukanlagi untuk dirimu sendiri, bukan lagi keluargamu, bukan lagi untuk orang-orang tertentu dalam hidupmu. Ketika engkau bersedia mengenakan pakaian putih itu, berarti kamu sudah siap dan dirimu bukan lagi milikmu sendiri, tetapi hidupmu untuk Tuhan, hidupmu untuk gereja, untuk konggregasi, untuk pelayanan dan keselamatan bagi umat manusia.

Kedua, Busana rohani yang kamu pakai harus menunjukkan kualitas hidupmu. Ingat, Ketika anda beranikan diri untuk mengenakan busana rohani ini, anda harus bertanggung jawab. Tugas anda pertama adalah menjaga agar busana rohani ini tetap kudus, tetap bersih tapi yang lebih penting adalah membantu para frater untuk tetap memperjuangkan kekudusan hidupmu setiap hari.

Ketiga, bertolak dari tema kalian ‘serpihan hati Allah bagi dunia’, semoga dengan pakaian baru ini membantu kalian saudara-saudaraku ini untuk sungguh-sungguh menjadi serpihan hati Allah bagi dunia. Biarlah dengan pakaian putih ini, dunia melihat, dunia mengarah kepada anda, dunia tahu dari kehadiranmu mengalir kasih, mengalir kegembiraan, mengalir suka cita, dan pada akhirnya dunia tahu bahwa dunia ini dicintai oleh Allah. Semoga apa yang menjadi semboyan anda menjadi serpihan hati Allah, sungguh-sungguh kami rasakan, tidak hanya angkatan kalian, tetapi siapapun dan dimanapun kalian berada.”

“Kami orang tua merasa Bahagia dan bersyukur, bangga dan terharu, karena doa-doa yang kami panjatkan kepada Tuhan yang maha kuasa boleh didengarkan. Kami sebagai orang Tua telah mengiklaskan apa anak kami Jalani selama ini. Kami orang tua berharap supaya kalian bangga terhadap pilihan hidup yang telah kamu ambil, jika kamu bangga maka kamu akan bertanggung jawab atas pilihanmu tersebut. Secara khusus kamu juga diajak melihat pilihan ini sebagai karunia dari Tuhan, yang harus kamu terima dengan bangga”. demikian Ibu Elizabeth Mandagi, mewakili orang Tua, 22 frater yang telah melewati proses awal, masa-masa refleksi, serta mengambil suatu keputusan.

“Dengan Jubah putih yang kalian kenakan saat ini, diharapkan kamu mampu mengejar kekudusan jangan ada Allah lain yang menentukan hidup kalian, tetapi Yesus Kristus lah Allah yang membawa pada kekudusan. Untuk itu ‘Berjalanlah sampai ke batas, berjalanlah sampai ke pulau, walaupun angin dan ombak mengamuk, bangunkan Yesus sebagai guru Ilahi mu yang menyelamatkan. Kami orang tua juga berjanji bahwa sekali memberi, tidak akan mengambil kembali, sekali menyerahkan tidak akan menarik lagi putranya. Amin. Tuhan Engkau yang memamnggil dan memilih mereka untuk penerusmu. Mengikuti Yesus memakai Jubah Putih sampai selama-lamanya. Amin’’ Ujar Ibu Elizabeth, dengan penuh kegembiraan.

“Pantaslah kita menaikkan puji dan Syukur, masa-masa di Postulat adalah masa yang indah, selama berproses membuat saya mampu dekat dengan diri saya, mampu memahami kekurangan diri dan mampu mencintai orang lain. Sebagai satu komunitas, membentuk manusia yang peka, peduli dan saling mengerti. Saya diajak untuk memahami daripada dipahami. Hingga perlahan saya mengerti arti berkomunitas yang adalah berjalan bersama sebagai satu saudara untuk mencapai satu tujuan yakni mengikuti Krsitus. Satu hal yang berkesan bagi saya selama di Postulat adalah Triduum Natal dimana saya bermeditasi di kandang yang berisi babi, ayam bebek dan unggas lain, terlihat aneh tapi saya mengikuti proses itu. Saya merasakan bagaimana Bunda Maria melahirkan Yesus di kandang, sehingga dari sana saya memperoleh nilai-nilai, diantaranya Kerendahan hati Yesus yang sudi dilahirkan di kendang, ungkap Frater Herkules Muda yang mewakili rekan-rekannya memberikan sambutan.

“Bagi Saya panggilan adalah anugerah yang terindah, yang senantiasa terus dipelihara, dan dimurnikan dan menghasilkan buah bagi sesam. Harapan saya semoga selalu diberikan kekuatan dan kesetiaan. Maka dari itu saya tetap mohon doa dari YM Bapa Uskup, para Pastor, Konfrater dan saudara-saudara sekalian agar saya mampu menjadi MSC dan menyebarkan cinta hati kudus, agar mampu dikenal dan dikasihi diseluruh dunia. Momen yang Bahagia ini juga boleh bersyukur merayakan ulang tahun bersama para pastor dan kita semua yang hadir disini, dan ini sebagai bentuk rasa Syukur saya atas bimbingan Roh Ilahi yang menuntun saya hingg saat ini, demikian Frater Herkules menutup sambutan dengan harapan topangan dan doa.

Ke 22 orang frater yang menerima busana Rohani berasal dari beberapa keuskupan yaitu, Keuskupan Manado, Keuskupan Amboina, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Makassa, Keuskupan Tanjung Selor dan Keuskupan Agung Ende. Semoga para Frater muda ini bisa melanjutkan proses pembinaan mereka sebagai “novis” dan kembali masuk ke Tingkat lebih lanjut di Seminari Pineleng tahun depan, perjalanan masih panjang menuju imamat suci. #Decky

1 1
Foto Bersama dengan Uskup Manado, selesai Misa di Kapel Biara Hati Kudus Yesus Pineleng

2
Sumber FB MSC Indonesia

KONTEN POPULER

Latest articles

Langkah Gemilang di Ajang Komsos Awards 2026

Warembungan, 17 Mei 2026 — Kegiatan Komsos Awards 2026 yang diselenggarakan di Gereja Santo...

Segudang Prestasi Voli SMP Katolik St. Paulus Tompaso Baru Warnai Tahun Ajaran 2025/2026

Tim voli putera dan puteri SPEKTOB atau SMP Katolik St. Paulus Tompaso Baru sukses...

MANADO dan TOMOHON Venue PESPARANI KATOLIK NASIONAL IV 2027

Pelaksanaan PESPARANI KATOLIK TINGKAT NASIONAL IV Tahun 2027 dipastikan akan berlangsung di dua daerah...

Buku Pedoman Rosario Bulan Mei 2026, Oleh Komisi Liturgi Keuskupan Manado

Komisi Liturgi Keuskupan Manado kembali menerbitkan Panduan Doa Rosario Mei 2026 sebagai pegangan bagi...

More like this

Mengujungi yang Sakit dan Lansia, Aksi Nyata Pekan Pertama Umat Wilroh Santa Veronika

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santa Veronika Stasi Bolitan mengunjungi anggota umat yang sakit...

Mengasihi Tanpa Batas, Mengampuni Tanpa Akhir

Kasih Kristiani bukanlah kasih yang bersyarat. Kasih sejati mengalir dari hati yang rela memberi...

Menjadi Saksi Kristus di Tengah Penderitaan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,Hari ini Gereja mengenangkan Santo Paulus Miki dan Kawan-kawan, para martir...