BerandaBerita Komsos20 Tahun Terlupakan, Tradisi Unik Umat Katolik Kotamobagu Hadir Kembali

20 Tahun Terlupakan, Tradisi Unik Umat Katolik Kotamobagu Hadir Kembali

Published on

spot_img

Kotamobagu – Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga di Gereja Kristus Raja pada hari Minggu, 18 Agustus, sedikit berbeda dari biasanya. Perayaan ini dimulai dengan prosesi perarakan patung Bunda Maria beserta mahkota dan rosario dari emas. Umat Katolik Kotamobagu berkumpul di lapangan Volly Kampus Kathedos sejak pukul 07.30 WITA. Kemudian berarak menuju Gereja Kristus Raja bersama setelah sebelumnya dibuka dengan doa oleh Pastor Eky Lalio, Pr, Pastor Paroki Kristus Raja Kotamobagu.

Adapun prosesi perarakan ini adalah tradisi umat Katolik Kotamobagu yang telah kurang lebih 20 tahun tidak dibuat. “Tradisi unik ini sudah terhenti sejak tahun 2004, dan setelah Pastor Paroki mengetahui, maka ini kemudian dibuat kembali”, jelas Bapak Yoseph Polandos, Ketua DPP Bidang Liturgi.

IMG 8953 scaled

Pak Yoseph juga menambahkan bahwa tradisi ini sudah ada sekitar tahun 1960 – 1961. Dimulai dari sekelompok umat yang menyatakan rasa syukurnya karena telah diselamatkan dari pergolakan perang PERMESTA, berkat doa melalui perantaraan Bunda Maria. Kelompok umat yang tidak mau dipublikasikan namanya ini bersama-sama mempersembahkan mahkota dan rosario emas untuk dipakaikan pada patung Bunda Maria kala itu. “Ada 2 mahkota emas. Yang satu untuk Bunda Maria sedangkan yang lain untuk kanak-kanak Yesus yang digendong Maria. Kemudian ada rosario emas juga. Dan Perayaan Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga adalah momen yang sangat baik bagi mereka untuk memberikan penghormatan itu.”, terang pak Yoseph.

Setelah patung Bunda Maria diletakkan di Gereja, prosesi pemakaian mahkota dan rosario pun dilakukan. Ibu Hoa Ing dan Juvita Sambuaga ditunjuk untuk melakukan prosesi pemahkotaan ini. Adapun harta benda Gereja yang dikeluarkan hari ini hanya 1 mahkota dan Rosario. Sedangkan untuk mahkota yang lain rencananya akan dikeluarkan pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam yang merupakan Pesta Pelindung Paroki Kotamobagu.

IMG 8986 scaled

“Yang menjadi pesan dalam perayaan ini adalah mengenang kembali akan cinta Tuhan kepada umat beriman melalui doa-doa yang disampaikan dengan perantaraan Bunda Maria Penolong Abadi.”, jelas Pastor Eki ketika diwawancara kru Komsos CR. Pastor Eki juga berharap agar tradisi ini tetap dilanjutkan. (CR)

KONTEN POPULER

Latest articles

LP3KD Sulut Matangkan Persiapan PESPARANI Katolik Nasional IV 2027 Bersama Uskup Manado

Manado — Persiapan pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara terus...

Resmikan Gereja Katolik, Bupati Buol: Menuju Buol Agamis, Tanpa Ada Gangguan!

Buol - Bupati Kabupaten Buol, H. Risharyudi Triwibowo, didampingi Ketua DPRD Ryan Nathaniel Kwendy,...

63 Umat Terima Sakramen Krisma, Tepat Pemberkatan dan Peresmian Gereja Stasi Buol

Buol – Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Esthepanus Rolly. Untu, MSC didampingi Pastor Paroki...

Pesta Pelindug Wiliroh Santo Filipus Rasul, Umat Diajak Beritakan Injil

Banggai – Umat Wilayah Rohani Santo Filipus Rasul Stasi Santo Yoseph Pekerja Bolitan menyelenggarakan...

More like this

LP3KD Sulut Matangkan Persiapan PESPARANI Katolik Nasional IV 2027 Bersama Uskup Manado

Manado — Persiapan pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara terus...

Resmikan Gereja Katolik, Bupati Buol: Menuju Buol Agamis, Tanpa Ada Gangguan!

Buol - Bupati Kabupaten Buol, H. Risharyudi Triwibowo, didampingi Ketua DPRD Ryan Nathaniel Kwendy,...

63 Umat Terima Sakramen Krisma, Tepat Pemberkatan dan Peresmian Gereja Stasi Buol

Buol – Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Esthepanus Rolly. Untu, MSC didampingi Pastor Paroki...