BerandaBerita KomsosPastor Yong: Tuhan Bekerja Mampukan Kita Jadi Utusan-Nya

Pastor Yong: Tuhan Bekerja Mampukan Kita Jadi Utusan-Nya

Published on

spot_img

Manado – “Dari diri kita sendiri, kita tidak sanggup, tetapi jika kita punya kemauan untuk bekerja sama dengan Tuhan, maka Tuhanlah yang akan bekerja untuk memampukan kita menjadi utusan-Nya dalam Gereja, masyarakat, paroki, dan keluarga,”

Hal ini diungkapkan dalam homili selebran Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong) pada Misa kedua, Hari Minggu Biasa V,  bertempat di Gedung Gereja Paroki St Mikael Perkamil Manado, Minggu, (09/02/2025).

“Pekerjaan atau profesi kita berbeda-beda, tapi kita semua punya satu panggilan yang sama, yaitu mengikuti Kristus. Kita tidak sempurna, tapi kita mengikuti Yesus agar kita disempurnakan. Maka ketika kita dipilih Tuhan untuk pekerjaan atau pelayanan tertentu, hendaklah kita bersedia bekerja sama dengan Tuhan. Dalam DPP, WR ataupun Ketua Kelompok Kategorial, hendaklah kita bekerja dengan mengandalkan Tuhan. Juga dalam keluarga, ingat permintaan Yesus, “Bertolaklah ke tempat yang dalam, dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”.

“Tempat yang dalam adalah keheningan hati manusia. Setiap kali mau mengikuti atau bertugas, masuklah lebih dulu ke dalam hatimu sesuai perintah Yesus, berdoalah sesaat, dan Tuhan akan bekerja denganmu, dan hasil pekerjaanmu akan melimpah,” tuturnya.

Pastor Yong mengawali homilinya dengan mengungkapkan, belum lama ini seorang bapak keluarga menceriterakan mengenai pergumulan dia dan isterinya, karena si isteri dipilih untuk menjadi salah satu Pengurus di Paroki dan Wilayah Rohani. Dia berbicara mengenai kesibukan mereka, dan bahwa mereka merasa tidak sanggup. Saya katakan kepada mereka, “Tuhan sudah memberikan cukup berkat bagi kamu. Kali ini melalui Gereja, Tuhan meminta sedikit waktu dan tenagamu untuk kehidupan umat Gereja-Nya.” Tetapi mereka tetap ragu-ragu, “Kami ini hanya lulusan SMA, kami tidak cakap, kami merasa tidak layak”.

“Lalu saya katakan, “Tuhan biasanya memilih bukan manusia yang sempurna, karena tidak ada orang yang sempurna. Tuhan memilih orang yang mau dan bersedia bekerja sama dengan Dia dalam Gereja-Nya.” Lalu kepada mereka saya ceriterakan bagian dari Bacaan I yang tadi kita dengar,” ujarnya.

Lanjut Pastor Yong, Nabi Yesaya melihat Tuhan di takhta kemuliaan yang kudus. Ia merasa diri hina sekali, ia merasa diri najis, merasa diri tidak berarti.

“Tetapi kemudian Tuhan menyucikan Yesaya, ia disucikan, dan sesudah itu Yesaya siap menjadi utusan Tuhan: “Ini aku, utuslah aku”, urainya. 

Pastor Yong menyampaikan, Rasul Paulus, sewaktu sebagai Saulus, dia adalah penganiaya jemaat pengikut Kristus. Tetapi perjumpaan dengan Kristus yang menampakkan diri, mengubah Paulus, dari orang yang paling hina, menjadi rasul yang setia pada Kristus.

“Ia menjadi pewarta yang luar biasa. Yang ia wartakan ialah apa yang ia imani, yaitu Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat,” jelasnya.

Pastor Yong juga menyampaikan, Rasul Petrus adalah seorang nelayan, pekerja keras. Tapi kerja keras tidak selalu memberi hasil yang cukup. Setelah kerja keras tanpa hasil, ia bertemu dengan Yesus. Yesus memberi perintah: Bertolaklah ke tempat yang dalam. Petrus menjalankan perintah Yesus, dan hasilnya berlimpah-limpah. Petrus tersungkur, minta ampun, karena selama ini ia bekerja mengandalkan kekuatannya sendiri; ia mengabaikan perintah Tuhan.

“Ia merasa tidak layak, maka ia minta Yesus untuk menjauh dari dirinya. Namun kita tahu bahwa kunci Kerajaan Allah justru diserahkan kepada Petrus yang lemah itu. Ia mengikuti Yesus, menjadi penjala manusia bagi Tuhan,” tegasnya.

Pastor Yong mengharapkan, kita belajar dari Yesaya, Paulus dan Petrus bahwa Tuhan tidak mengutus manusia yang sempurna. Para utusan Tuhan adalah manusia biasa yang tidak sempurna, punya keterbatasan.

“Tetapi mereka yang terbatas dan punya kekurangan, merasa tidak layak itu, kemudian dibuat layak oleh Tuhan sendiri,” tandasnya.

Usia misa, Pastor Paroki Santo Mikael Perkamil Manado, RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens), Frater Ivan Pepende, DPP, Ketua Wilroh/ Kelkat dan umat secara spontan menyampaikan selamat ulang tahun ke-68, kepada Pastor Yong dengan berbagai cara, bertempat di Pastoran St Mikael.(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Alles over gokken zonder Cruks-koppeling

Een erkend casino zonder Cruks opent de deur voor Nederlandse gokkers de ruimte om...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...

Ziarah Hari Raya Kenaikan Tuhan, Paroki St. Ignatius Manado

Kamis, 14 Mei 2026 Dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Tuhan, umat Paroki St....

More like this

Ziarah Hari Raya Kenaikan Tuhan, Paroki St. Ignatius Manado

Kamis, 14 Mei 2026 Dalam rangka memperingati Hari Raya Kenaikan Tuhan, umat Paroki St....

Menyambut Kristus dalam Ekaristi: Perayaan Komuni Pertama di Paroki St. Ignatius Manado

Manado, 7 Juni 2026 – Suasana penuh sukacita, haru, dan rasa syukur mewarnai Perayaan...

28 ANAK DI PAROKI KAIWATU “RINTIS JALAN KE SURGA”

KAIWATU – Minggu (8/6/2026) bagi sebagian besar umat Katolik adalah hari ke Gereja. Bagi...