Dalam laporan rutin pagi hari [Malam hari waktu Indonesia], Kantor Pers Tahta Suci menyampaikan bahwa Paus Fransiskus tidur nyenyak semalam dan terus menjalani terapi
“Paus Fransiskus beristirahat dengan baik sepanjang malam,” menurut pembaruan terbaru dari Kantor Pers Tahta Suci. Setelah malam yang tenang, Bapa Suci bangun dan melanjutkan terapi hariannya. Kondisinya mirip dengan kemarin, dan akan ada pernyataan medis berikutnya nanti malam ini [dini hari waktu di Indonesia]. Tidak ada krisis pernapasan lain, seperti yang terjadi pada Sabtu pagi [Sabtu malam waktu Indonesia].
Paus menerima kunjungan pada hari Senin di rumah sakit dari Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, dan Substitu Urusan Umum Sekretariat Negara, Uskup Agung Peña Parra, untuk menandatangani beberapa dekret penyebab kanonisasi yang diumumkan hari ini.
Bapa Suci sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma, untuk bronkitis dan pneumonia; pembaruan kesehatan pekan lalu mencatat bahwa ia juga menunjukkan tanda-tanda insufisiensi renal ringan, yang tampaknya terkendali.
Sebuah pernyataan pada Senin malam mencatat bahwa, meskipun kondisi Paus cukup serius, ia menunjukkan sedikit perbaikan. “Tidak ada episode gangguan pernapasan seperti asma yang terjadi [pada Senin], dan beberapa tes laboratorium menunjukkan peningkatan. Pemantauan terhadap insufisiensi ginjal ringannya tidak menimbulkan kekhawatiran. Terapi oksigen terus berlanjut, meskipun dengan aliran dan tingkat oksigen yang sedikit berkurang.”
Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa para dokter tetap memberikan prognosis yang “hati-hati” mengingat “kompleksitas gambaran klinisnya.”
Aktivitas pada Hari Senin
Kantor Pers juga mencatat bahwa Paus Fransiskus telah menerima Komuni Suci pada Senin pagi, dan pada siang harinya, ia melanjutkan pekerjaannya.
Seperti yang telah menjadi kebiasaan, Paus menelepon pastor paroki Keluarga Kudus di Gaza untuk menyampaikan kedekatan kasih bapa kepada umat di sana. Laporan menyebutkan bahwa umat paroki tersebut telah mengirim pesan video kepada Paus, dan ia mengucapkan terima kasih kepada mereka selama panggilan telepon tersebut.
Terakhir, pembaruan pada Senin malam [Selasa pagi waktu Indonesia] menyampaikan rasa syukur Paus “kepada seluruh Umat Allah, yang dalam hari-hari ini telah berkumpul untuk mendoakan kesehatan beliau.”
Diterjemahkan dari https://www.vaticannews.va/
