
Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) St. Yohanis Pembaptis mengadakan ibadah karismatik pada Rabu, 26 Februari 2025. Ibadah yang berlangsung di Gedung Pastoran Paroki St Ignatius Manado Lantai 5 ini dipimpin oleh Pastor Paroki Johanis Montolalu Pr yang dihadiri oleh 53 umat dari berbagai kalangan. Kehadiran yang cukup signifikan ini mencerminkan antusiasme umat untuk terlibat dalam kegiatan rohani yang penuh penghayatan.

Mengusung tema “Hidup Bijaksana”, renungan yang dibawakan oleh Pastor Johanis Montolalu mengajak umat untuk merenungkan pentingnya kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam khotbahnya, Pastor Johanis menyoroti bagaimana hidup bijaksana berarti mau belajar dari pengalaman hidup, tidak melupakan sejarah, dan terus memberdayakan hati untuk selalu menimbang yang benar dan yang baik. Ia mengingatkan umat bahwa doa Raja Salomo yang memohon kebijaksanaan menjadi contoh nyata bagaimana manusia perlu meminta hikmat dari Tuhan untuk dapat menjalani hidup dengan lebih bijaksana.
Pastor Johanis juga mengutip pepatah “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” atau yang dikenal dengan singkatan “Jas Merah”, sebagai pengingat bagi umat untuk menghargai pengalaman masa lalu sebagai pelajaran penting dalam hidup. “Kebijaksanaan tidak hanya datang dari pemikiran intelektual, tetapi juga dari hati yang mampu menimbang baik dan benar,” ujar Pastor Johanis dalam renungannya. Pastor menekankan pentingnya bersikap reflektif, memahami setiap pengalaman hidup, dan selalu mengedepankan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan dalam setiap keputusan yang diambil.

Ibadah ini semakin berkesan dengan sambutan luar biasa dari umat saat sesi pujian dan penyembahan. Lagu-lagu pujian yang dinyanyikan dengan penuh semangat dan penghayatan membawa suasana ibadah semakin mendalam. Suara umat yang bersatu dalam pujian menciptakan suasana yang penuh khidmat, seakan menyatukan hati setiap peserta dalam satu kesatuan doa dan penyembahan kepada Tuhan.
Selain umat setempat, kehadiran pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) turut menambah semarak acara ini. Kehadiran para pengurus ini dianggap sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan kategorial, terutama PDKK, yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pembinaan iman di paroki tersebut. Dukungan ini sangat diapresiasi oleh umat, dan menjadi semangat tambahan untuk terus mengembangkan kegiatan rohani di paroki.

Satu hal yang tak kalah menarik adalah kehadiran sejumlah kaum muda yang dulunya pernah aktif dalam PDKK St. Yohanis Pembaptis. Kembali aktifnya kaum muda ini menunjukkan bahwa mereka masih memiliki rasa rindu dan kesetiaan terhadap komunitas ini, meskipun telah lama tidak terlibat secara aktif. Ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi di komunitas ini, yang diharapkan dapat terus melibatkan lebih banyak generasi muda dalam kegiatan rohani.
Tidak hanya itu, ibadah kali ini juga mendapat sambutan hangat dari berbagai komunitas lintas paroki. Sejumlah teman-teman pelayanan dari PDKK paroki lain turut hadir dalam ibadah ini, menunjukkan adanya dukungan lintas komunitas yang kuat. Kehadiran mereka membawa semangat persaudaraan yang erat dan mempererat relasi antar-paroki yang memiliki visi dan misi pelayanan yang sama.

Dalam pesan penutupnya, Pastor Johanis mengingatkan seluruh umat untuk selalu menjadi pribadi yang bijaksana, tidak hanya dalam tindakan tetapi juga dalam tutur kata. “Cerita yang baik akan membawa sukacita dalam pertemuan dengan sesama. Mari kita awali dan akhiri setiap perjumpaan dengan doa syukur,” ujarnya, menyampaikan pesan penting tentang pentingnya sikap bersyukur dalam setiap aspek kehidupan.
Ibadah Karismatik ini berakhir dengan penuh sukacita, diwarnai dengan semangat kebersamaan dan perenungan mendalam.
