Manado – “Yesus memberi contoh, untuk berbahagia, kita perlu menempuh jalan salib, tidak ada kebahagiaan yang dicapai tanpa pengorbanan dan usaha yang keras. Semoga di masa Prapaskah ini kita semakin dekat dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam lingkungan sebagai ciptaan Tuhan.
Hal ini diungkapkan dalam homili selebran Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong) pada Misa kedua, Hari Minggu Prapaskah II, bertempat di Gedung Gereja Paroki St Mikael Perkamil Manado, Minggu, (16/03/2025).
Pada awal homili, Pastor Yong menyampaikan, dalam masa Prapaskah ini Gereja mengundang kita umatnya untuk berubah, menjauh dari cara hidup dan perbuatan yang tidak berkenan pada Allah dan yang buruk terhadap sesama. Kita diajak untuk berubah dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan, menjadi murid Kristus yang hidup sesuai teladan Yesus sendiri. Sesuai tema APP tahun ini, di masa Prapaskah ini kita diudang untuk makin dekat dan merawat alam ciptaan Tuhan.
“Kemarin siang-sore di Basemen Aula St Mikael, Pastor Paroki Santo Mikael Perkamil Manado, RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens) memimpin kegiatan APP: mengolah sampah yang biasa dibuang menjadi ekoenzim yang bermanfaat,” tutur Pastor Yong.
Menurut Pastor Yong, tema bacaan-bacaan hari ini mengenai perubahan. Bacaan pertama mengenai perubahan jalan hidup Abraham. Ia dipanggil dari tanah airnya di Ur Kasdim dan pindah ke tanah terjanji. Apa jaminan perubahan itu? Tuhan membuat perjanjian dengan Abraham. Abraham menempuh perjalanan hidup yang baru karena percaya dan berpegang teguh pada janji Tuhan terhadapnya.
“Dalam jalan hidup yang baru itu, Abraham mengalami banyak sekali cobaan dan kesulitan, tetapi ia terus berjalan di jalan iman dan berpegang pada janji Tuhan kepadanya. Di masa Prapaskah ini kita diajak untuk berjalan dalam hidup menuju tanah terjanji, yaitu surga yang abadi,” tegasnya.
Lanjut Pastor Yong, pada bacaan kedua, rasul Paulus mengajak umat di Filipi hidup sesuai teladan hidup Kristus. Paulus melihat bahwa ada orang yang hidup terlalu duniawi. “Tuhan mereka adalah perut dan kemuliaan mereka adalah aib”. Terlalu sibuk dengan perkara duniawi, mengabaikan Tuhan, mengabaikan keselamatan jiwa. Paulus mengajak untuk mengubah hidup: walaupun hidup di dunia, membutuhkan barang-barang duniawi, tetapi jangan melupakan Tuhan.
“Suatu saat Tuhan akan mengubah tubuh kita yang fana menjadi serupa dengan tubuh Kristus, yaitu tubuh rohani. Dalam masa Prapaskah ini kita diberi kesempatan untuk memperhatikan hidup rohani kita, hubungan dengan Tuhan,” pesannya.
Pastor Yong mengungkapkan, dalam Injil kita mendengar kisah tentang 2 peristiwa penting. Pertama, ketika Yesus sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah, dan orang di sekitarnya mengalami kemuliaan-Nya dan merasa bahagia. Kedua, ada pengumuman dari surga: “Inilah Putera-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia”. Apa makna 2 peristiwa ini? Perubahan yang dialami Yesus, adalah tujuan akhir kehidupan kita; perubahan itu terjadi melalui doa-doa kita. Berikutnya, ketika kita berubah, membuat orang lain di sekitar merasa bahagia dan kita juga berkenan pada Tuhan.
“Kita semua ingin berubah menuju kebahagiaan. Hari ini kita diajarkan bahwa kekuatan paling besar yang mengubah hidup dan mencapai kebahagiaan adalah doa, karena dalam doa kita terbuka pada Tuhan dan mengalami kekuatan yang berasal dari Dia. Tetapi kita tahu bahwa untuk bisa berdoa, kita perlu mengutamakan hal-hal rohani. Model perubahan hidup kita ialah Yesus,” tandas Pastor Yong.
Penyelenggara Misa kedua ini, yakni SMP St Laurentius.(man repi)
