Manado – “Hari ini kita diundang untuk menyatukan hati dalam doa berkenaan dengan Hari Doa untuk Panggilan Sedunia ke-62. Sebelum meninggal dunia, Paus Fransiskus memilih tema: “Peziarah Pengharapan: Anugerah Kehidupan”,”
Hal ini diungkapkan Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), pada Misa Kedua, Hari Minggu Paskah IV (Hari Minggu Panggilan), bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil Manado, Minggu (11/05/2025).
“Tema ini secara langsung mengundang kita untuk menjadi peziarah pengharapan dengan berbagi hidup secara murah hati dalam menanggapi panggilan Tuhan dalam berbagai bentuknya: panggilan awam, panggilan hidup bakti, hidup imamat, dan panggilan hidup berkeluarga,” tuturnya.
Menurutnya, panggilan Tuhan itu disampaikan kepada kita, supaya kita dengar dan kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Injil hari ini kita mendengar suara Yesus yang menjelaskan bahwa Dia adalah gembala yang baik, dan kita adalah domba-domba-Nya. Sang gembala mengenal domba-domba-Nya, dan domba-domba mendengar suara sang Gembala. Gembala dekat dengan domba-domba, dan domba-domba dipersatukan oleh Gembala mereka. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”
“Mereka bergerak bersama-sama menuju padang rumput yang hijau. Gereja sebagai himpunan umat Allah adalah domba-domba, dan Gembala Gereja adalah Kristus. Kristus menuntun atau menggembalakan domba-domba menuju tanah air surgawi. Melalui para Rasul, Kristus memberikan gembala-gembala kepada kita,” urainya.
Pastor Yong menyampaikan, Hari Kamis, 8 Mei 2025, Gereja kita dianugerahi Paus yang baru, Paus Leo XIV. Menarik bahwa Paus Leo XIV ini langsung berbicara tentang perdamaian, persaudaraan, kepedulian kepada mereka yang miskin dan kurang diperhatikan. Motonya: In Illo Uno Unum = “Dalam Dia yang satu, kita satu”. Ia mulai berbicara tentang Gereja sebagai jembatan belas kasih demi perdamaian dan persaudaraan. Ia hendak menggembalakan Gereja, kita sekalian kepada persatuan dalam Kristus.
“Tanggal 3 Mei 2025 di gereja Katedral Manado, Uskup Rolly menahbiskan 6 imam diosesan baru. Mereka adalah orang-orang muda yang sudah mengikuti pendidikan dan pembinaan selama kurang lebih 8-9 tahun di Seminari Tinggi Pineleng. Mereka telah belajar untuk menjadi gembala yang baik mengikuti teladan Kristus,” jelasnya.
Pastor Yong menegaskan, hari ini kita berdoa bagi Paus, Uskup, para Imam dan biarawan-biarawati, supaya suara mereka menuntun kita seperti suara Kristus menuntun Gereja. Tetapi hari ini kita juga berdoa untuk panggilan hidup berkeluarga, panggilan kaum awam. Supaya dalam keluarga selalu hadir suara Tuhan yang membimbing hidup keluarga.
“Secara khusus hari ini kita berdoa bagi anak-anak dan generasi muda yang masih mencari dan mempersiapkan jalan hidupnya. Generasi sekarang mengalami banyak sekali suara. Kita berdoa supaya mereka juga mendengar suara Tuhan melalui Gereja, melalui orang tua, melalui pemimpin rohani, supaya mereka bisa hidup sesuai suara Tuhan itu. Tanda bahwa kita mengikuti suara Tuhan adalah kita hidup dalam kasih, dalam persatuan, kita bergerak bersama dalam kebaikan dan keadilan, melaksanakan perbuatan-perbuatan kasih, sehingga persaudaraan menjadi ciri khas hidup kita,” pesannya.(man repi)
