BerandaBerita KomsosDamai Itu Yesus

Damai Itu Yesus

Published on

spot_img

Manado – “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia ini. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yohanes pasal 14, ayat 27).

Hal ini diungkapkan pada Misa pertama dengan Selebran Pastor Paroki St Mikael Perkamil Manado, RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens) dan Renungan disampaikan Frater Kristofel Ivan Pepende, Pr (Ivan), di Hari Minggu Paskah VI, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil Manado, Minggu (25/05/2025).

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, lanjut Frater Ivan, pesan Paus Fransiskus untuk Hari Perdamaian Sedunia ke-58, bertema ‘Maafkanlah kesalahan kami: berikanlah kami kedamaian-Mu’.

“Tema ini adalah tema yang menuntun kita semua umat beriman berjalan maju dengan penuh pengharapan di tahun Yubileum ini,” tuturnya.

Menurutnya, Bacaan Injil yang kita dengarkan hari ini mengingatkan kita kembali tentang perdamaian itu. Yesus berbicara tentang Damai, tetapi bukan damai yang dangkal, bukan damai yang hanya basa-basi, bukan damai yang sekadar tidak ribut. Damai Yesus adalah damai yang mendalam, lahir dari kasih Bapa, damai yang mengubah hati manusia, damai yang membawa kehidupan baru.

“Banyak orang berpikir damai adalah soal ketenangan hidup, tidak ada masalah, semua berjalan lancar. Padahal, damai yang Yesus tawarkan lebih dalam dari itu. Damai ini tidak bergantung pada situasi luar, tetapi berakar di hati yang bersatu dengan Allah,” ujarnya.

Dikatakan Frater Ivan, hari ini, saya ingin mengajak kita merenungkan empat hubungan penting dari damai sejati ini yakni,

Damai dan Persatuan
Damai sejati hanya mungkin hadir di dalam persatuan. Kalau hati kita terpecah, kalau keluarga kita retak, kalau komunitas kita penuh perselisihan, damai tidak akan pernah hadir. Yesus mengutus Roh Kudus, Roh yang mempersatukan, Roh yang membuat kita saling menerima dalam perbedaan, Roh yang menyatukan Gereja menjadi satu tubuh Kristus.Tanpa persatuan, damai hanya akan menjadi kata-kata kosong. Damai yang sejati membuat kita menghargai setiap pribadi, tidak melihat perbedaan sebagai ancaman, tetapi sebagai kekayaan. Persatuan bukan berarti semua sama, tetapi semua bergerak menuju satu arah yaitu kasih Allah.

Damai dan Keadilan
Yesus tidak memberi damai palsu. Dia tidak tutup mata terhadap dosa atau ketidakadilan. Dia membela yang tertindas, Dia menegur yang munafik, Dia memperjuangkan kebenaran. Damai sejati hanya lahir dari keadilan. Kalau ada ketidakadilan di tengah kita, – di rumah, di tempat kerja, di masyarakat — damai tidak akan pernah lahir. Damai bukan soal “jangan ribut,” tetapi soal menegakkan yang benar. Kita dipanggil untuk ikut serta membela yang lemah, memperjuangkan hak-hak orang kecil, berani berkata jujur walau itu sulit. Kalau kita menutup mata pada ketidakadilan, kita sedang membangun damai palsu.

Damai dan Pengampunan
Yesus tahu, kita ini rapuh. Kita sering melukai satu sama lain. Karena itu, damai hanya mungkin lahir jika ada pengampunan.Tanpa pengampunan, damai hanyalah tipuan. Kalau kita memendam dendam, hati kita akan selalu gelisah, marah, dan pahit. Yesus mengajarkan kita untuk saling mengampuni. Pengampunan bukan berarti melupakan luka, tetapi melepaskan hak untuk membalas. Dengan mengampuni, kita membiarkan kasih Allah menyembuhkan hati kita. Kita melepaskan beban, dan hati menjadi ringan. Di situlah damai tumbuh.

Damai dan Kasih
Kasih adalah akar dari damai. Tanpa kasih, semua jadi kosong. Kita mungkin terlihat tenang di luar, tapi hati kita kering. Kita mungkin tidak punya konflik besar, tapi hati kita tetap gelisah. Kasih kepada Allah dan kepada sesama adalah jalan menuju damai yang sejati. Ketika kita hidup dalam kasih — rela berkorban, mau mendahulukan orang lain, mau mendengarkan — damai itu mengalir dengan sendirinya. Bahkan di tengah penderitaan, orang yang hidup dalam kasih tetap bisa merasa tenteram, karena kasih Allah menopang dia.

“Saudara-saudari, Yesus tahu hidup ini penuh badai, penuh tantangan, penuh masalah. Tapi damai yang Dia berikan lebih kuat dari semua itu. Damai-Nya bukan seperti damai dunia, bukan seperti damai yang dicari lewat kekuasaan, harta, atau kesenangan sesaat. Damai-Nya adalah damai yang lahir dari kasih, persatuan, keadilan, dan pengampunan,” tegasnya.

Hari ini, mari kita buka hati. Mari kita biarkan damai Kristus masuk dan tinggal dalam diri kita. Dan lebih dari itu, mari kita bawa damai itu kepada siapa pun yang kita jumpai: di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di komunitas, di lingkungan.

“Kita dipanggil bukan hanya untuk menikmati damai, tetapi menjadi pembawa damai. Amin,” pesannya.

Berikut ini, jadwal dan Selebran Misa kedua, jam 09.00 Wita, Paroki St Mikael, Pastor Johanis Ohoitimur, MSC dan Misa ketiga, jam 18.00 Wita, Pastor RD Theodorus Michael Palit (Theo).(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...

WKRI Bunda Teresa Calcutta GPI Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Bullying dan KDRT

Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) melaksanakan...

More like this

Umat WR Sta. Lidwina GPI Bantu Masyarakat di Stasi Kima Atas dan Stasi Mapanget Barat

Umat Wilayah Rohani Santa Lidwina, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) mengadakan...

Minggu Panggilan: Saat Umat Diteguhkan untuk Menjawab Suara Sang Gembala

Tahuna – Suasana penuh hikmat mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Paskah IV, yang juga dikenal...

Anggota LC Paroki Tahuna Terima Atribut. Pastor Jacob: LC Jadi Panutan di Tengah Umat

Tahuna – Perayaan Ekaristi memperingati Santo Georgius sekaligus penyerahan atribut bagi anggota Legio Christi...