BerandaBerita KomsosNama Tercatat di Surga, Itulah Kesuksesan Tertinggi

Nama Tercatat di Surga, Itulah Kesuksesan Tertinggi

Published on

spot_img

Manado – “Jika kita setia maka ‘nama kita tercatat di surga’; itulah kesuksesan tertinggi.

Ungkap Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), pada Misa kedua, jam 09.00 Wita, Hari Minggu Biasa XIV, bertempat di Gedung Gereja St Mikael, Minggu, (06/07/2025).

Lanjut Pastor Yong, Maka setialah dalam setiap tugas dan tanggung jawabmu. Tetap setialah dalam hidup keluargamu, walaupun kadang-kadang ada kesulitan dan beban. Tetap setia melaksanakan tugas yang diberikan Gereja, walaupun di sana ada tantangan, kesulitan, menuntut pengorbanan, dan bahkan penolakan.

“Dalam masyarakat, tetaplah menjadi orang Katolik yang setia dalam iman dan jadilah pembawa damai, sukacita, dan pertobatan. ‘Namamu akan tercatat di surga’,” tegasnya.

Menurut Pastor Yong, Kita diutus sesuai status hidup dan kedudukan kita, sesuai peranan dan tugas dalam keluarga, Gereja dan masyarakat. Yesus hari ini minta kita untuk mengandalkan kekuatan Tuhan, Yesus minta kita untuk setia dalam hidup kita.

“Kita dipanggil dan diutus tidak untuk sukses, tapi untuk tetap setia dalam tugas pelayanan,” tuturnya.

Pastor Yong mengawali renungannya dengan mengutip ayat Kitab Suci, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala” (Luk. 10:2-3).

Pastor Yong mengungkapkan, Pada akhir Juli 1942 tentara Jepang mendarat di Pulai Kei, Maluku Tenggara. Mereka mendatangi pusat misi Gereja Katolik di Langgur. Mereka menangkap Uskup dan semua pastor, bruder dan suster. Atas hasutan golongan lain, Uskup Mgr Joanes Arts MSC bersama 23 misionaris ditembak mati. Sesungguhnya sebelum tentara Jepang tiba, pemerintah Belanda di pulau itu sudah menyediakan kapal agar mereka menggungsi ke Australia. Tetapi Uskup mengatakan, “Kami datang ke sini untuk umat, dan kami tidak dapat meninggalkan umat. Kami tinggal di sini bersama umat kami”.

“Itulah iman, itulah semangat misioner, itulah konsekuensi menjadi utusan Kristus melalui Gereja-Nya,” ujarnya.

Bacaan Injil hari berceritera dengan kisah Yesus mengutus 70 orang murid. Perhatikan caranya: a) Yesus mengutus mereka berdua-dua; b) Yesus tidak menjanjikan bahwa mereka akan mengalami kesuksesan, karena ada tantangan dan mungkin penolakan; c) Yesus minta mereka untuk mengandalkan Tuhan, karena itu jangan bawa makanan, uang; semua akan tersedia; d) mereka dilengkapi dengan kuasa untuk menyembuhkan orang sakit mengusir setan, e) Yesus minta mereka untuk fokus pada tugasnya (jangan beri salam di tengah jalan, tinggal di rumah yang tersedia, jangan pindah-pindah);

“f) tugas utama: mewartakan Injil, membawa damai; g) buah pewartaan: pertobatan, damai dan sukacita; h) Sukacita para utusan ialah ‘namamu tercatat di surga’,” urainya.

Perutusan yang Kristus berikan kepada 70 orang murid itu, diteruskan dalam Gereja. Itulah sebabnya Gereja terus berdoa mohon panggilan, karena “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Hari Senin 30 Juni 2025 di Kapel Seminari Pineleng, Uskup Rolly menahbiskan 14 diakon dan 1 orang imam baru. Imam baru ini, P Devid Abram MSC sudah bekerja 2 tahun di Jepang sebagai diakon. Dan sesudah tahbiskan ia diutus kembali ke Jepang. Ia menambah barisan imam-imam muda yang siap diutus untuk mewartakan Injil Yesus Kristus. Tetapi bukan saja para imam dan misionaris yang diutus, tapi kita semua, sejak menerima baptisan, kita diutus untuk mewartakan Injil melalui cara hidup kita.

“Dengan cara hidup yang benar sesuai iman kita, orang lain akan melihat pada kita apa yang dikatakan Paulus “pada tubuh kita ada tanda-tanda bahwa kita adalah milik Kristus”,” tegasnya.

Pastor Yong menyampaikan, Uskup dan para misonaris di Kei yang saya ceritakan tadi menyerahkan nyawa mereka karena mereka tetap setia dalam perutusannya. Seperti kita dengar dalam Injil, Yesus tidak menjanjikan kesuksesan dalam tugas mewartakan dan menghidupi Injil.

“Karena yang diutamakan oleh Yesus ialah kesetiaan pada tugas mewartakan Injil, dan mewartakan Injil berarti membawa damai dan sukacita kepada orang lain,” tandasnya.

Berikut ini, jadwal dan Selebran Misa pertama, jam 07.00 Wita, Selebran Pastor Paroki St Mikael Perkamil Manado, RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens) dan Misa ketiga, jam 18.00 Wita, Pastor RD Theodorus Michael Palit (Theo).

Petugas liturgi pada Misa kedua, Hari Minggu Biasa XIV, dari Wilayah Rohani St Yoseph.(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

“Kerahiman Tuhan: Harapan di Tengah Kelemahan”

Minggu Kerahiman Ilahi adalah hari istimewa dalam Gereja Katolik yang dirayakan pada Minggu setelah...

“Gereja yang Bertumbuh dari Iman”

Hari ini kita diajak melihat kembali perjalanan panjang Gereja. Gereja bukan hanya bangunan, tetapi...

Menjadi Remaja yang Kuat dalam Iman

Masa remaja adalah masa yang penuh warna. Ada kebahagiaan, persahabatan, mimpi, tetapi juga ada...

Umat Wilroh Santa Margareta Maria Alocoque Pusat Paroki Berekoleksi Bersama

Banggai – Umat Wilayah Rohani Margareta Maria Alocoque Pusat paroki Raja Damai Banggai berekoleksi...

More like this

Umat Wilroh Santa Margareta Maria Alocoque Pusat Paroki Berekoleksi Bersama

Banggai – Umat Wilayah Rohani Margareta Maria Alocoque Pusat paroki Raja Damai Banggai berekoleksi...

Rayakan Pesta Pelindung Kerahiman Ilahi, Umat Stasi Keak Diajak Menjadi Rasul-Rasul Kerahiman

Banggai – Umat Stasi Keak merayakan pesta pelindung Kerahiman Ilahi pada Hari Minggu Paskah...

Rangkaian Kegiatan Paskah 2026 di Stasi Lokotoy Ditutup

Banggai – Rangkaian kegiatan lomba-lomba di Stasi Santo Yohanes Pembaptis Lokotoy untuk memeriahkan Hari...