Perayaan Ekaristi Malam Natal di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah, Selasa (24/12/2025), berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Misa yang dipimpin Pastor Paroki Fransiscus Antonio Runtu Pr., mengajak umat merenungkan kembali makna Natal yang sesungguhnya sebagai peristiwa kelahiran Sang Penyelamat.
Dalam homilinya yang berangkat dari bacaan Injil Injil Lukas 2:1–14, Pastor yang akrab disapa Pastor Angki Runtu menekankan bahwa Natal sejatinya adalah momen untuk kembali pada makna yang klasik dan asli dari iman Kristiani. Ia mengingatkan mengingatkan kata “selamat” dalam peristiwa Natal tidak selalu identik dengan sukacita semata.
Menurut Pastor Angki, makna keselamatan lebih dalam, yakni kesadaran bahwa manusia ada dan hidup sebagai anugerah Tuhan. Karena itu, Natal menjadi momen untuk bersyukur atas kehidupan yang dianugerahkan Allah.
Ia juga menyoroti konteks kisah kelahiran Yesus yang diawali dengan perjalanan pulang kampung karena sensus pada masa itu. Dari peristiwa tersebut, Pastor Angki mengajak umat melihat makna penting dari keluarga dalam kehidupan manusia.
“Natal tidak dapat dilepaskan dari keluarga karena setiap orang lahir dan dibesarkan dalam keluarga. Di situlah manusia pertama kali belajar tentang kasih, kehidupan, dan iman,” ungkap Pastor.
Pastor Angki menegaskan bahwa tema Natal yang diangkat Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) tentang damai Natal di tengah keluarga menjadi pengingat bahwa perdamaian harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga.
Menutup homilinya, ia mengajak umat menjadikan Natal sebagai momentum untuk mempererat hubungan dalam keluarga.(Roy)
