Banggai – Panitia pelaksana kegiatan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Stasi Bolitan lakukan evaluasi. Kegiatan evalasi ini dilaksanakan di salah satu rumah panitia pada hari Minggu (18/01/2026) siang. Dalam kegiatan evaluasi ini, panitia akan melihat kembali kegiatan Nataru yang dimulai pada 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 yang lalu.
Ketua panitia, Bapak Fintho Masinda, menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini adalah upaya untuk melihat kembali dan memberi nilai pelaksanaan kegiatan yang telah terjadi. Evaluasi ini kemudian menjadi bahan pembelajaran bagi kegiatan-kegiatan selanjutnya.
“Evaluasi ini kita lakukan sebagai upaya kita melihat kembali jalannya kegiatan dan memberi nilai apakah kegiatan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan yang direncanakan dengan capaian-capaian yang sudah ditargetkan. Proses ini penting untuk pembelajaran dan perbaikan pada kegiatan-kegiatan selanjutnya”, ujarnya memungkasi.

Selain panitia pelaksana, evaluasi ini juga melibatkan Dewan Pastoral Stasi dan tokoh-tokoh umat. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadikan pembahasan menjadi lebih menyeluruh dan menjadikan kegiatan sebagai bentuk pembelajaran dan tanggung jawab bersama.
Ketua Stasi Bolitan, Bapak Herliko Kadoang, menyatakan bahwa kegiatan telah berlangsung dengan baik. Hanya ada beberapa kendala teknis di lapangan yang perlu disiasati ke depan agar kegiatan berjalan lebih efektif. Ia pun berterima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tahunan ini.
“Secara umum, kegitan ini dapat saya katakan sudah berhasil dengan baik. Semua kegiatan berjalan dengan lancar. Yang perlu kita garis bawahi adalah beberapa kendala teknis, misalnya waktu pelaksanaan lomba-lomba yang melibatkan anak-anak dilaksanakan tidak larut malam agar lomba-lomba berjalan lebih efektif. Akhirnya, terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini sehingga Masa Natal kita menjadi lebih bermakna”, ujarnya.

Di bagian akhir kegiatan evaluasi, panitia, pengurus DPS dan tokoh-tokoh umat yang hadir larut dalam suasana keakraban sebagai satu keluarga Kristiani yang berjalan bersama. Mereka nampak menikmati hidangan sederhana yang telah tersedia dengan rasa syukur dan gembira. ***
