Banggai – Pastor Paroki Raja Damai Banggai dan umat Stasi Pososlalongo adakan pertemuan pada hari Minggu (8/2/2026) siang. Pertemuan ini berlangsung setelah perayaan ekaristi di Stasi Pososlalongo. Tempat yang digunakan adalah gedung Balai Desa yang selama ini dipinjam sebagai tempat ibadat umat setiap hari Minggu.
Agenda utama pertemuan ini adalah terkait keberlangsungan pembangunan gedung gereja Stasi Pososlalongo. Hingga saat ini, dari penampakan fisik, pembangunan sudah hampir mencapai setengah perjalanan. Dinding-dinding bangunan gereja sudah berdiri dengan kokoh.

Pada pertemuan ini, Panitia Pembangunan dan Dewan Pastoral Stasi melaporkan upaya-upaya dan capaian pembangunan hingga saat ini. Selain itu, mereka juga menyampaikan rencana-rencana pembangunan dalam waktu dekat beserta dengan tantangan yang dihadapi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan dana.
“Sampai sejauh ini, kami telah berupaya melakukan berbagai cara untuk pembangunan. Kami mulai dari membagi tanggungan biaya pembangunan kepada umat. Modal lain yang selama ini kami maksimalkan hingga saat ini adalah tenaga umat. Meskipun demikian, masih banyak tantangan dan kekurangan yang kami temui, terutama masalah dana”, lapor Sekretaris Panitia, Bapak Atmin Babe.

Pastor Paroki Raja Damai Banggai, Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya yang telah dilakukan panitia, Pengurus DPS dan seluruh umat di Stasi Pososlalongo. Ia meminta agar umat jangan patah semangat dalam upaya-upaya pembangunan. Adapun masalah kekurangan yang dihadapi akan diupayakan bersama. Salah satunya, ke depan, stasi-stasi di Paroki Banggai akan ikut serta memberi sumbangan untuk stasi yang sedang membangun.
“Terima kasih atas segala upaya dari panitia, pengurus stasi, dan seluruh umat. Saya harap umat jangan patah semangat karena memang pembangunan membutuhkan pengorbanan. Bila ada kekurangan kita akan upayakan bersama sebagai sebuah komunitas umat beriman di paroki ini. Ke depan, stasi-stasi di Paroki Banggai akan ikut berpartisipasi memberi sumbangan untuk pembangunan ini seperti yang sudah dilakukan untuk Stasi Malino”, jelas Pastor Ama. ***
