Ratusan penggiat Komunikasi Sosial (Komsos) paroki Keuskupan Manado menghadiri Family Gathering Komsos Keuskupan Manado ke-6 tahun 2026 di Paroki Santo Petrus, Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, 16-17 Mei 20206.
Ketua Panitia, Jimmy Senduk, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 181 peserta dari 37 paroki se-Keuskupan Manado. “Peserta terjauh datang dari kepulauan, yakni dari Sangihe, Tahuna. Ini menunjukkan kerinduan yang besar untuk berkumpul dan berbagi pengalaman,” ungkap Jimmy.
Hajatan ini juga dihadiri langsung Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC., Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, Romo Petrus Noegroho Agoeng, Pr., dan Wakil Manager Media Sosial Harian Kompas (Kompas.id), Angger Putranto, S.S, M.I.Kom.
Kedatangan Uskup Manado bersama rombongan disambut Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pst. Yohanes I Made Pantyasa Pr dan Pastor Paroki St. Petrus Rasul Warembungan, Pst. Windy Tangkuman Pr.
Family Gathering ini untuk memperingati Hari Komunikasi Sedunia ke-60 dengan tema “Menjaga Suara dan Wajah Manusia.”
Pastor Paroki Santo Petrus Rasul, Warembungan, Pst. Windy Tangkuman Pr, dalam sambutannya mengungkapkan keyakinannya terhadap dampak positif kegiatan ini. Tangkuman kemudian mengenang pengalaman serupa saat bertugas di Paroki Santo Antonius Padua Tara-tara untuk Family Gathering Komsos ke-4.
“Saya mengalami sendiri dampaknya luar biasa. Dari yang tidak aktif, akhirnya setelah ada kegiatan ini mereka menjadi sangat aktif,” ungkap Pastor Windy.
Menurut Pastor Windy esensi Komsos bukan sekadar seremoni, melainkan edukasi bagi umat dalam memanfaatkan media sosial secara bijak dan koordinasi yang solid antar-elemen paroki.
“Apa yang kadang kita pikir tidak mungkin, menjadi mungkin karena ada komunikasi dan koordinasi. Luar biasa tim yang solid ini, meskipun persiapan hanya sekitar satu bulan,” tegasnya.(Roy)
