Memperingati Santa Perawan Maria, Bunda Gereja setiap hari Senin sesudah Pentakosta.
“Di bawah salib, saat hampir semua orang pergi, Santa Perawan Maria tetap berdiri. Ia tidak lari dari penderitaan, tidak menjauh dari luka, tetapi setia menemani Putranya sampai akhir.”
Dalam momen itu, Yesus Kristus berkata, ‘Inilah ibumu.’ Sebuah kata sederhana, namun penuh makna: dari salib, lahirlah sebuah keluarga baru—kita semua menjadi anak-anak Maria, dan dipersatukan dalam kasih sebagai Gereja.
Air dan darah yang mengalir dari lambung Yesus menjadi tanda cinta yang total—cinta yang memberi hidup, cinta yang tidak berhenti walau harus berkorban. Dan Maria, Bunda kita, mengajarkan bagaimana tetap setia dalam iman, bahkan ketika hati terasa hancur.
Hari ini, dalam perayaan Bunda Gereja, kita diingatkan bahwa kita tidak pernah berjalan sendiri. Ada Bunda yang selalu menyertai, mendoakan, dan menguatkan kita dalam setiap langkah kehidupan.
Semoga kita pun belajar seperti Maria: setia dalam iman, teguh dalam harapan, dan tetap mengasihi, bahkan di tengah kesulitan.
Sumber: imankatolik.org
(nr)
