BerandaBerita KomsosHUT Ke-28 Imamat Pastor Angki Runtu Jadi Momentum Refleksi Otoritas dan Tanggung...

HUT Ke-28 Imamat Pastor Angki Runtu Jadi Momentum Refleksi Otoritas dan Tanggung Jawab Imamat

Published on

spot_img

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Imamat Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr berlangsung penuh syukur dalam rangkaian ziarah rohani umat Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) dan Paroki Yesus Gembala Baik (YGB) Paniki. Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, digelar di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Sabtu (30/5/2026).

Dalam homilinya, Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr mengajak umat untuk merefleksikan makna imamat sebagai sebuah proses panggilan yang terus bertumbuh, sekaligus menegaskan pentingnya memahami otoritas dan kewenangan yang melekat dalam tugas seorang imam.

Menurutnya, perayaan syukur imamat yang dilaksanakan di lingkungan seminari memiliki makna khusus sebagai motivasi bagi para seminaris yang sedang menjalani proses pembinaan. Ia berharap para calon imam yang kini menempuh pendidikan kelak akan melanjutkan pelayanan Gereja dan menjadi gembala bagi umat.

“Imamat itu suatu proses, bukan langsung jadi. Mengapa dirayakan di seminari ini? Sebagai motivasi bahwa suatu saat para seminaris juga akan merayakan syukur imamat mereka. Mungkin 10 tahun ke depan dari tempat ini akan lahir imam-imam yang memberkati keluarga-keluarga kita,” ungkap Pastor Angki.

IMG 0333

Pastor Runtu menjelaskan bahwa imamat tidak dapat dipisahkan dari Gereja dan umat yang dilayani. Baginya, peringatan 28 tahun imamat menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali panggilan dan tanggung jawab yang dipercayakan melalui pelayanan sakramental.

Mengacu pada bacaan Injil hari itu, Pastor Runtu menyoroti pertanyaan yang diajukan kepada Yesus mengenai sumber otoritas dan kewenangan-Nya. Tema tersebut, menurutnya, sangat relevan dengan kehidupan seorang imam.

“Ada satu kata penting dalam Injil hari ini, yaitu otoritas kewenangan. Kewenangan itu memiliki batas-batas yang tidak bisa dijalankan secara semena-mena. Saya imam atas nama umat, tetapi tugas imamat berkaitan dengan panggilan yang diteruskan dari para rasul,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Gereja Katolik adalah Gereja rasuli yang berakar pada iman para rasul. Karena itu, seorang imam tidak hanya dituntut melaksanakan tugas-tugas sakramental, tetapi juga terus mendalami iman dan menghidupi semangat pelayanan yang penuh kepedulian dan belas kasih.

Dalam refleksinya, Pastor Runtu mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam kehidupan beriman sering kali terletak pada kurangnya kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, mendengarkan dan memperhatikan kebutuhan orang lain merupakan bagian penting dari kesaksian iman.

“Sering kali kita sibuk dengan diri sendiri dan kurang peduli kepada orang lain. Padahal kepedulian dan belas kasih adalah bagian dari panggilan kita sebagai orang beriman,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Pastor Runtu juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan 28 tahun imamat yang dijalaninya. Ia menilai keberlangsungan pelayanannya bukan karena kemampuan pribadi, melainkan karena penyertaan Tuhan yang terus memelihara panggilannya.

“Imamat saya sampai 28 tahun ini bukan karena saya hebat, tetapi karena Allah yang menjaga saya,” tuturnya.

Menutup homilinya, Pastor Angki Runtu mengajak umat dan dirinya sendiri untuk terus melakukan evaluasi diri terhadap penggunaan otoritas dan kewenangan dalam kehidupan dan pelayanan. Ia menegaskan bahwa kewenangan bukan sekadar jabatan, melainkan amanat yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan kesetiaan pada panggilan.

“Apakah otoritas dan kewenangan itu sudah saya laksanakan dengan benar, atau hanya sekadar menjalani jabatan? Pertanyaan itu harus terus menjadi refleksi dalam perjalanan imamat,” pungkasnya.

Ikut mendampingi Uskup dalam perayaan ekaristi itu Pastor Antonius Aloysius Yus Talangi Pr yang juga merayakan HUT Imamat bersama Pastor Angki, Pst Jan Silvianus Koraag, Pst Valentino Pandelaki Pr, Pst Michael M Kewo Pr dan sejumlah pastores.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

MANADO SIAP SAMBUT PKSN XIV TAHUN 2027

MANADO, — Keuskupan Manado resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN)...

Uskup Rolly Untu: Imamat Adalah Warisan Kristus kepada Para Rasul Memuliakan Kemanusiaan

Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, menegaskan bahwa imamat merupakan warisan...

Umat Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI dan Paroki YGB Paniki Ziarah Bersama di Seminari Kakaskasen

Setelah dimekarkan pada Februari 2021, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) dan...

PPA PAROKI KAIWATU ISI LIBURAN DENGAN REKOLEKSI

TAMPUSU - Untuk mengisi waktu liburan Putra-Putri Altar (PPA) Paroki Santa Veronika dari Binasko...

More like this

MANADO SIAP SAMBUT PKSN XIV TAHUN 2027

MANADO, — Keuskupan Manado resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN)...

Uskup Rolly Untu: Imamat Adalah Warisan Kristus kepada Para Rasul Memuliakan Kemanusiaan

Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, menegaskan bahwa imamat merupakan warisan...

Umat Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI dan Paroki YGB Paniki Ziarah Bersama di Seminari Kakaskasen

Setelah dimekarkan pada Februari 2021, Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) dan...