Guaan, Bolaang Mongondow Timur – Kontingen Paroki St. Ignatius Manado turut ambil bagian dalam Lomba Pendarasan Mazmur pada rangkaian Konferensi VIII dan Pertemuan Raya Kaum Bapak Katolik (KBK) se-Keuskupan Manado yang diselenggarakan di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan. Lomba yang berlangsung di BPU Desa Bongkudai Timur ini diikuti oleh peserta dari berbagai paroki di Keuskupan Manado dan menjadi salah satu cabang perlombaan rohani yang mendapat perhatian khusus.

Lomba Pendarasan Mazmur bukan sekadar ajang untuk menampilkan kemampuan bernyanyi, tetapi juga menjadi sarana bagi para peserta untuk mewartakan Sabda Allah melalui nyanyian liturgi. Setiap peserta dituntut mampu membawakan mazmur dengan teknik vokal yang baik, ketepatan nada, artikulasi yang jelas, serta penghayatan yang mendalam sesuai dengan semangat liturgi Gereja Katolik.
Perwakilan dari Paroki St. Ignatius Manado tampil dengan penuh percaya diri setelah menjalani berbagai persiapan dan latihan sebelum keberangkatan ke Guaan. Dengan mengenakan busana yang rapi dan sikap yang penuh hormat, peserta membawakan mazmur yang telah ditentukan panitia dengan tenang dan penuh penghayatan. Penampilan tersebut mencerminkan kesungguhan dalam mempersiapkan diri serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik melalui talenta yang dimiliki.

Suasana perlombaan berlangsung khidmat. Seluruh peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyampaikan Sabda Tuhan melalui pendarasan mazmur. Dewan juri memberikan penilaian berdasarkan kualitas vokal, ketepatan irama, penguasaan teks, ekspresi, serta kesesuaian dengan kaidah liturgi. Meskipun bernuansa kompetisi, seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas, saling memberikan dukungan, dan mempererat persaudaraan sebagai sesama anggota Kaum Bapak Katolik.
Bagi kontingen Paroki St. Ignatius Manado, keikutsertaan dalam lomba ini bukan semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan menjadi kesempatan untuk semakin menghayati tugas pelayanan dalam liturgi Gereja. Pengalaman mengikuti perlombaan ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sebagai pemazmur serta meningkatkan kualitas pelayanan di paroki.
Melalui Lomba Pendarasan Mazmur, diharapkan semangat mencintai Sabda Tuhan semakin bertumbuh dalam diri setiap peserta. Selain mempererat persaudaraan antarparoki, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan iman agar Kaum Bapak Katolik semakin siap menjadi teladan dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema Pertemuan Raya tahun ini, “Pro Familia, Ecclesia, et Patria”
