BerandaBerita Komsos"Mencari Kembali Spiritualitas Petani"

“Mencari Kembali Spiritualitas Petani”

Published on

spot_img

Inilah perkataan yang disampaikan P. Hilarius Kemit, OFM Cap. selaku koordinator JPIC (Justice, Peace and Integrity of Creation) keluarga Fransiskan se-Indonesia disaat wawancara bersama jurnalis Komsos Keuskupan Manado. (Senin, 21/08/2017).

20170821 095528 e1503299476136

Menurut P. Hilarius, pentingnya forum keluarga fransiskan melalui INFO JPIC (Intern Fransiscans For – JPIC) yaitu mengangkat nilai-nilai JPIC (Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan seluruh Ciptaan) dan disebarluaskan dalam kehidupan bermasyarakat.

20170821 095550

“Nilai-nilai JPIC diangkat dan diupayakan menjadi semangat dan cara hidup dari Fransiskan sehingga keluarga Fransiskan berusaha menganimasikan nilai-nilai tersebut di masing-masing tarekat. Dan salah satu bentuk yang dibuat yaitu setiap tahun dibuat pertemuan untuk keluarga Fransiskan se-Indonesia,” ungkap P. Hilarius sebagai ketua INFO JPIC Fransiskan Indonesia.

20170821 105513

P. Hilarius menambahkan bahwa pada pertemuan kali ini tema yang diangkat mengarah pada keprihatinan kemandirian petani yang semakin dikikis.

“Tema ini berusaha menganimasikan petani untuk sadar bahwa pekerjaan mereka ini bagian dari karya Tuhan. Tuhan Sang pencipta yang memberi berkat di mana Tuhan yang menumbuhkan semua tanaman-tanaman dan manusia yang menanam tumbuhan tersebut. Petani ambil bagian dari pekerjaan Tuhan dan petani yang memberi makan untuk banyak orang,” kata P. Hilarius.

20170821 105447

“Sudah sepantasnya petani memiliki spiritualitas sehingga mereka memiliki kekuatan dalam bekerja. Dengan adanya spirit, petani bisa bangga akan pekerjaan mulia mereka, mereka pun bisa mengembangkan diri mereka,” tadas P. Hilarius.

20170821 105354 e1503299708449

“Dengan adanya pertemuan ini, keluarga Fransiskan se-Indonesia bisa membantu menganimasikan nilai-nilai kepada para petani sehingga mereka bisa berkembang dan mengadvokasi dalam arti melakukan perubahan tentang kebijakan dari pemerintah di mana pemerintah bukan lagi mengambil hasil pangan dari negeri lain untuk dikonsumsi di Indonesia. Misalnya, garam tidak perlu lagi diambil dari negara lain. Melainkan, lebih mengangkat petani Indonesia untuk berkarya dan dapat merubah mindset petani untuk berusaha memproduksi bahan makanan. Pertemuan ini dimaksudkan agar dapat membantu petani untuk lebih menghargai pekerjaan mereka sehingga mereka tidak tertekan dengan kekuasaan dan kapitalisme dari pemilik modal,” tambah P. Hilarius.

IMG 20170821 WA0003
P. Hilarius Kemit, OFM Cap.
Ketua INFO JPIC Fransiskan Indonesia

KONTEN POPULER

Latest articles

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...

Paroki Bunda Teresa – GPI Gelar Pelatihan Leadership hingga Pendidikan Seks Anak

Dalam rangka meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan komunikasi para pendamping serta penggerak pembinaan umat,...

More like this

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...