Ad Vitam Aeternam Amicus: Fr. Kristoforus Mite

0
2819

“Ada satu yang hilang dari negeriku, tak seperti dahulu…” Inilah sepenggal lagu dari Indonesia Unite, yang sekarang dirasakan oleh Komunitas Diosesan Seminari Pineleng. Jika ditanya kenapa? Sontak kaget mewarnai atmosfer di bawah kaki Bukit Bantik, ketika mendengar berita bahwa Fr. Kristoforus Mite telah berpulang ke rumah Bapa.

Kristoforus Mite – akrab dipanggil Kristo atau Mite – adalah putera sulung dari Bapak Fisensius Raga dan Yolenta Mbene. Mereka adalah keluarga keturunan NTT yang berdomisili di Modo, Buol, Sulawesi Tengah. Ia lahir 22 tahun silam, tepatnya pada tanggal 15 Januari 1996. Ia merintis pendidikannya di SD Negeri 9 Bukal dan kemudian di SMP Negeri 2 Bukal, Sulawesi Tengah. Ia melanjutkan pendidikannya di SMA Katolik Atmajaya, Toli-Toli sebelum memutuskan untuk masuk ke Seminari Kelas Persiapan Atas di Seminarium Augustinanum Tomohon. Setelah menjalani masa pendidikan dan pembinaan calon imam di sana, ia memilih untuk melanjutkan karya panggilannya sebagai calon imam diosesan di Seminari Tahun Orientasi Rohani Pondok Emaus Tateli. Setahun di sana, ia memantapkan hati untuk lanjut di Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng. Pada tahun kedua (tingkat II) di seminari, ia merasakan ada sesuatu yang lain dalam fisik tubuhnya yang besar itu. Akhirnya akhir November 2017 lalu, ia dilarikan di Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon untuk mendapatkan perawatan intensif. Alhasil, atas diagnosa dokter ia ditetapkan mengidap penyakit gagal ginjal akut. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. Kandow, Malalayang untuk melakukan serangkaian pengobatan medis, salah satunya cuci darah. Beberapa kali ia melewati masa-masa kritis, akhirnya atas permintaan keluarga kepada pihak seminari, ia diizinkan untuk cuti istirahat di kampungnya di Buol untuk melanjutkan perawatan dan pengobatan di sana. Pada hari Selasa, 20 Maret 2018 ia dilarikan di salah satu rumah sakit di sana karena telah berada dalam keadaan kritis. Melihat keadaannya yang demikian kemarin pagi ia juga telah diterimakan Sakramen Pengurapan Orang Sakit oleh Pastor Paroki Modo Buol, Pst. Juvensius Obosan, Pr. Akhirnya siapa menyangka, kurang lebih pada pukul 21.00 WITA, ia menghembuskan nafas terakhirnya.

Selamat jalan teman, sahabat, saudara dan konfrater. Kami amat kehilangan salah satu anggota komunitas yang dikenal ceria dan bersahabat dengan siapa saja. Kami amat sedih dan terpukul dengan kepergianmu. Kami yakin, ada rencana indah di balik semuanya ini.

Selamat berkarya dalam panggilanmu sebagai abdi Tuhan di rumah-Nya yang Kudus. Selamat berbahagia bersama Sang Empunya kehidupan. Ad Vitam Aeternam Amicus: Fr. Kristoforus Mite. Doa dan kurban kami mengiringi kepergianmu menghadap Bapamu, Bapa kita semua. Doakan kami yang sementara merintis jalan ke sana di dunia fana ini. Sekali lagi: Ad vitam aeternam… Requiem aeternam… In paradisum deducant te Angeli… (RL)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini