Banggai – Kabar gembira datang dari Pulau Labobo. Tiga orang di Stasi Persiapan Ubol diterima ke dalam persekutuan Gereja Katolik pada hari Selasa (22/4/2025). Ketiga orang yang diterima itu adalah Bapak Luter Lakatan (56), Ibu Katrina Litan (50) dan Ibu Uci (36).
Bapak Luter Cs diterima dalam persekutuan Gereja Katolik setelah lebih dari satu tahun mengikuti pembinaan. Pembinaan dilakukan di Stasi Persiapan Ubol oleh para katekis dari pusat paroki. Waktu tempuh ke stasi persiapan ini dari pusat paroki adalah sekitar satu sampai dua jam perjalanan laut dan dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar tiga puluh menit.
Peristiwa penerimaan Bapak Luter Cs terjadi dalam sebuah perayaan ekaristi yang dipersembahkan oleh Pastor Paroki Raja Damai Banggai, Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC. Selain pastor paroki, penerimaan ini juga disaksikan oleh beberapa umat setempat, Pengurus Dewan Pastoral Paroki dan para Frater yang sedang membantu pelayanan selama Hari Raya Paskah.

Di akhir perayaan ekaristi, Pastor Ama MSC memberikan ucapan selamat kepada mereka yang baru saja diterima. Ia mengapresiasi keteguhan hati Bapak Luter dan dua ibu lainnya yang dengan sungguh-sungguh mau belajar untuk menjadi bagian dalam persekutuan Gereja Katolik.
“Selamat untuk Bapak Luter, Ibu Katrina dan Ibu Uci yang sudah resmi menjadi anggota Gereja. Terima kasih atas semangat dan komitmen yang sungguh-sungguh untuk menjadi bagian dari Gereja Katolik,” ungkapnya.
Meskipun baru diterima dalam Gereja Katolik, Bapak Luter dan kawan-kawan ini adalah juga bagian penting dalam inisiasi pengembangan komunitas umat Katolik di Pulau Labobo. Di pulau ini, Stasi Persiapan Ubol adalah satu-satunya komunitas umat Katolik saat ini.

Saat awal pembentukannya di awal tahun 2024, umat Katolik di stasi persiapan ini hanya berjumlah dua kepala keluarga. Dengan penerimaan ini, jumlah keluarga dan umat Katolik menjadi bertambah.
Mewakili umat di Ubol, Bapak Luter menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki yang telah memberi perhatian dan dukungan hingga penerimaan saat ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para pendamping dan katekis yang setia memberikan pembinaan kepada para katekumen di Ubol. Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada umat Paroki Raja Damai Banggai dan para donatur yang telah mendukung pengembangan iman dan pembangunan fisik di Stasi Persiapan Ubol.
“Terima kasih kepada Pastor Paroki yang telah mendukung keinginan dan usaha kami untuk menjadi bagian dari Gereja Katolik. Terima kasih pula untuk para pendamping, DPP dan katekis yang telah memberikan pembinaan kepada kami selama satu tahun lebih. Terima kasih pula kepada umat dan para donatur yang telah membantu dalam pengembangan iman dan pembangunan fisik bagi kami di Ubol ini.” pungkasnya.

Pada kesempatan yang istimewa ini, Pastor Paroki memberikan dorongan agar umat Stasi Persiapan Ubol yang masih serba terbatas untuk terus berkembang dalam iman, harap dan kasih. Ia pun tak lupa mengajak semua yang hadir untuk memberi dukungan bagi perkembangan stasi persiapan ini di masa-masa yang akan datang.
“Saya harap umat yang baru diterima dan umat lain di sini tetap semangat meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Teruslah berkembang dalam iman, harap dan kasih. Dan kepada kita semua, pengurus DPP, para frater, dan umat sekalian, marilah kita memberikan dukungan doa dan dukungan lain yang mereka butuhkan. Semoga iman Katolik bertumbuh subur di pulau ini”, tutup Pastor Ama. ***
