Yesus berkata: “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat 24:42). Kutipan ini mengingatkan kita bahwa hidup manusia berada dalam ketidakpastian waktu. Kita tidak tahu kapan akhir hidup kita tiba atau kapan Kristus datang kembali, tetapi yang pasti adalah bahwa saat itu akan datang.
Karena itu, Yesus mengajak kita untuk selalu berjaga-jaga. Artinya, kita dipanggil untuk hidup dengan hati yang siap, tidak terlena oleh kesenangan dunia atau kelalaian rohani. Berjaga bukan berarti hidup dalam ketakutan, tetapi dalam sikap waspada, setia, dan bertanggung jawab dalam iman.
Inti dari bacaan ini ialah bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk memperbarui diri, bertobat, mengasihi sesama, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Seperti pelayan yang setia menantikan tuannya, kita pun diajak untuk hidup setia dalam hal-hal kecil maupun besar, sehingga saat Tuhan datang, kita ditemukan dalam keadaan siap dan layak.
👉 Maka, berjaga-jaga berarti: Hidup dalam iman yang teguh, Setia dalam doa dan perbuatan kasih, Menyadari bahwa hidup ini sementara, dan tujuan akhir kita adalah perjumpaan dengan Tuhan.
Dengan demikian, pesan Yesus adalah jelas: jangan menunda pertobatan, jangan menunda perbuatan kasih, sebab Tuhan bisa datang kapan saja. Yang terpenting adalah kesiapan hati kita setiap hari.
