Manado – Cinta membuat orang bergerak untuk mencari dan menemukan siapa atau apa yang dicintainya.
Hal ini di sampaikan pemimpin ibadah saudari Vinilia Etlegar pada ibadah Wilayah Rohani (Wilroh) St Ursula Paroki St Mikael Perkamil, bertempat di Keluarga Repi-Marintja, Selasa, 22 April 2025.
Itulah yang dialami oleh Maria Magdalena Karena sangat mencintai Yesus, ia merasa sangat kehilangan atas kematian-Nya.
“Ia merasa sedih dan bingung karena berpisah dengan Tuhannya. Hati dan pikirannya yang gelap itu membuat ia mencari Yesus di tempat yang salah. Ia tidak ingat kalau Yesus telah mengatakan bahwa pada hari ketiga, Ia sudah bangkit dan hidup kembali,” katanya.
Di katakannya, meskipun hati dan pikiran Maria Magdalena gelap, dan ia mencari Yesus di tempat yang salah, namun karena cintanya yang besar itu, akhirnya ia bertemu dengan Yesus juga.
Bukan Yesus yang mati dan terbaring dalam makam, tetapi Yesus yang telah bangkit dan hidup kembali. Memang pada awalnya, Maria Magdalena tidak mampu mengenali-Nya.
“Hatinya masih gelap. Barulah setelah Yesus memanggil namanya, ia mengenali bahwa yang dijumpainya itu adalah Yesus,” ucapnya.
Cinta, itulah yang mempertemukan Maria Magdalena dengan Yesus jauh sebelum Yesus wafat dan bangkit. Maria Magdalena telah terlebih dahulu mengalami cinta-Nya yang begitu besar.
Pertemuan ibadah ini memakai buku Percikan hati.
Ibadah di mulai pukul 19.00 Wita, dan di hadiri 17 umat. (Komsos Wilroh St. Ursula, Kartini Marintja).
