Dibalik Serah Terima Jabatan Rektor Seminari Kakaskasen

0
634

KOMSOS MANADO. Belum lama ini, serah terima rektor Seminari Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen diadakan yaitu dari P. Paulus Pitoy, MSC, kepada P. Hadi Ignatius Untu, pr. (16 Juni 2017). Adapun komentar dari P. Paulus Pitoy, MSC mengenai serah terima jabatan rektor tersebut sewaktu diwawancarai.

“Bagi saya pergantian rektor yang baru di Seminari Kakaskasen ini sudah berdasarkan keputusan SK dari pihak Keuskupan, apalagi saya sudah menjabat selama 4 tahun lebih memimpin Seminari Kakaskasen yang tercinta ini. Saya sudah menjalankan tugas sebagaimana telah dipercayakan kepada saya dan bersama staf-staf yang ada berusaha mengembangkan dan mendidik para seminaris yang adalah calon-calon imam nantinya,” ungkap P. Paulus yang akrab dipanggil P. Polce.

Menurutnya, sudah sepantasnya pihak Keuskupan telah mempercayakan seorang figur yang baru yang dapat meneruskan tugas-tugas dalam mengembangkan Seminari Kakaskasen ini.

“Pihak Keuskupan telah mempercayakan seorang figur yang lain yang bisa diserahkan jabatan ini, maka saya sudah siap untuk menyerahkan tugas itu kepada P. Hadi Untu, pr. selaku rektor yang baru. Seperti halnya saya menerima tugas dengan senang hati sewaktu saya dipercayakan untuk menjadi rektor Seminari kakaskasen yang lalu begitu juga saat ini, saya dengan senang hati menyerahkan jabatan rektor ini kepada P. Hadi, apalagi saya melihatnya sebagai orang yang taat dan mampu menjalankan tugas di Seminari apalagi dalam hal memimpin sebagai rektor yang baru,” jelas P. Polce yang menjadi dosen Liturgi di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng.

Adapun harapan dari P. Polce kepada pemimpin yang baru bahwa Seminari bisa menjadi lebih baik lagi karena seminari berada di tengah pengaruh kemajuan teknologi. Seminari haruslah menjadi calon imam yang dapat menjawab kebutuhan gereja saat ini. Sistem pembinaan harus disesuaikan lagi dengan mempertahankan prinsip-prinsip sebagai lembaga pembinaan calon imam yang tepat.

“Harapan saya Seminari tidak boleh kehilangan ciri khas sebagai lembaga pendidikan calon imam bukan mengikuti arus dunia saat ini tetapi menanggapi dengan sikap terbuka perkembangan dunia yang semakin canggih. Semoga seminaris bisa menjadi calon imam yang tangguh dalam arti sadar bahwa diri mereka adalah calon-calon pemimpin umat yang akan menjadi gembala-gembala yang baik dan serius dengan melihat bahwa di Seminari menjadi tempat untuk calon-calon imam. Memang betul-betul mereka hadir disini untuk mempersiapkan diri menjadi imam yang baik,” tegas P. Polce.

Adapun tanggapan dari P. Albert Smith mengenai serah terima jabatan yang baru ini. “Saya menyesal bahwa P. Polce sudah diganti jabatan rektornya. Dia adalah orang yang baik, orang yang ramah dan sabar. Dan saya menyesal baru 4 tahun saja ia sudah digantikan. Padahal saya sendiri sudah bertahan selama lebih dari 50 tahun di Seminari Kakaskasen.”

Menurut P. Albert Smith rektor yang baru ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan P. Polce. “P. Hadi Untu itu orangnya juga tidak terlalu menonjol, tetapi sejauh yang saya kenal dia orangnya yang ramah, orang suka bicara, orang yang suka bergaul dan tidak membedakan orang satu sama lain, berdedikasi dan cukup bijaksana.”

P. Albert Smith menambahkan bahwa P. Hadi Untu, pr diharapkan menambah pengalaman di Seminari Kakaskasen barulah menjadi rektor. “Saya berharap ia mencari pengalaman dahulu selama 2 atau 3 tahun membina para seminaris di Seminari Kakaskasen kemudian menjadi rektor tetapi sudah terjadi seperti itu, semoga dia dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.”

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini