Doa HUT dan Doa Bersama Dalam WR St Gregorius Agung

0
349

Kunjungan Pada hari Selasa 25/10/22, bertempat pada Keluarga Warbung Siga. Dengan pemimpin Ibadah Ibu Meis Lomboan.

Dalam Doa Rosario umat merenungkan peristiwa Sedih. Dalam ibadah rosario ini Bersama dengan keluarga mengucap syukur atas Ulang Tahun dari Bpk Frans O. Warbung yang ke 58 Tahun.

Dalam katakese diambil Topik “Pembimbing Doa”. Umat yang menghadiri ibadah berjumlah 23 Orang.

Kunjungan Pada hari Kamis 27/10/22, bertempat pada Keluarga Rumbajan-Lomboan. Sekaligus berdoa Bersama dengan Saudara Aditya Lapu Kalua.

Dengan pemimpin ibadah Didi Pelealu. Dalam Doa Rosario umat merenungkan peristiwa Terang.

Dalam katakese diambil Topik “Perjuangan Doa”. Umat yang menghadiri ibadah berjumlah 21 Orang.(KomsosWRStGregoriusAgung, Didi Pelealu/mvr)
********

Katakese:
Terlibat Mewujudkan Keadilan Sosial (KGK 473-476)

1. Apa sajakah unsur-unsur penting dalam kehidupan sosial? Wewenang, kesejahteraan umum (Bonum Commune), tanggung jawab dan keterlibatan. Wewenang menunjuk pada orang-orang yang secara sah dapat menjamin kelangsungan hidup dan dapat menyelenggarakan kesejahteraan umum. Wewenang hanya dapat dijalankan dengan sah, apabila diusahakan bagi kesejahteraan dan dengan cara-cara yang baik secara moral. Kesejahteraan umum: usaha mewujudkan kesejahteraan bersama dan pembangunan masyarakat yang adil, perdamaian dan keamanan. Dengan tanggung jawab dan keterlibatan dimaksudkan tanggung jawab pribadi untuk terlibat aktif dalam kehidupan publik demi mensejahterakan sesama.

2. Apa yang perlu diusahakan agar keadilan sosial dapat dicapai? Keadilan sosial hanya dapat dicapai apabila keluhuran martabat manusia dihormati. Penghormatan pribadi berarti menghormati hak-haknya yang timbul dari martabatnya sebagai manusia.

3. Manakah pola tingkah laku yang menghalangi terwujudnya keadilan sosial? Perasaan takut dan praduga terhadap orang lain, sikap sombong dan egoistis. Sikap-sikap ini dapat dikalahkan dengan kasih kristiani yang melihat tiap manusia sebagai “sesama”, saudara atau saudari.

4. Bagaimana kita harus memandang ketidaksetaraan sosial? Di masa kini, ketidaksetaraan sosial dan ekonomi masih menimpa jutaan manusia yang sangat bertentangan dengan Injil, berlawanan dengan keadilan, martabat manusia dan dengan perdamaian. Karena itu Allah menghendaki agar setiap orang menerima apa yang dia butuhkan dari orang lain dan dari mereka yang dilengkapi dengan kemampuan khusus supaya membaginya kepada yang lain misalnya dengan bermurah hati, melakukan kebaikan dan saling berbagi.

5. Bagaimana mewujudkan sikap solidaritas kepada sesama? Solidaritas, yang muncul dari persaudaraan manusiawi dan Kristiani, pertama-tama diwujudkan dengan pembagian barang dengan adil, upah kerja yang layak demi tatanan sosial yang adil. Akan tetapi, keutamaan solidaritas tidak hanya menyangkut barang-barang material, tetapi juga saling berbagi hal-hal spiritual seperti iman yang bahkan lebih penting dari hal-hal yang material.***

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini