BerandaBerita KomsosHari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Meneguhkan Iman Pada Sakramen Ekaristi

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Meneguhkan Iman Pada Sakramen Ekaristi

Published on

spot_img

Umat Katolik di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah mengikuti Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus pada Minggu (07/06/2026). Perayaan kudus tersebut dipimpin oleh Pastor Paroki, Fransiscus Antonio Runtu, dan berlangsung dengan penuh khidmat serta dihadiri oleh umat dari berbagai lingkungan paroki.

Dalam homilinya, Pastor Fransiscus Antonio Runtu menjelaskan makna mendalam Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus yang memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa Perjamuan Terakhir yang dikenangkan pada Kamis Putih. Menurutnya, apabila Kamis Putih lebih menekankan perayaan Perjamuan Terakhir sebagai lambang kebersamaan dan persatuan umat dalam Gereja, maka Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus menegaskan iman Gereja akan kehadiran nyata Kristus dalam Sakramen Ekaristi.

“Hari raya ini mengajak umat untuk semakin menyadari bahwa roti dan anggur yang dikonsekrasi dalam Ekaristi sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Inilah inti iman Gereja yang terus dihidupi dan dirayakan oleh umat Katolik,” ungkapnya.

Lanjutnya sebutan Kristus di sini menunjukan sebagai Tuhan. Sedangkan nama Yesus sebagai pribadi manusia. Perayaan tersebut juga menampilkan pembacaan Injil dari Injil Yohanes (Yohanes 6:51-58), yang menegaskan ajaran Yesus mengenai Ekaristi. Dalam sabda-Nya, Yesus berkata:

“Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan Daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa memakan Aku, ia akan hidup oleh Aku.”

Melalui perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, umat diajak untuk semakin menghayati Sakramen Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan Kristiani. Kehadiran Kristus dalam rupa roti dan anggur menjadi tanda kasih Allah yang senantiasa menyertai umat-Nya serta mempererat persatuan seluruh anggota Gereja.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

Santo Thomas Rasul: Dari Keraguan Menuju Pengakuan Iman yang Mengubah Dunia

Bolaang Mongondow Timur – 3 Juli menjadi hari istimewa bagi Gereja Katolik untuk mengenang...

Tenis Meja Jadi Ajang Mempererat Persaudaraan Kaum Bapak Katolik Se-Keuskupan Manado

Bolaang Mongondow Timur – Semangat kebersamaan dan sportivitas turut ditunjukkan Kontingen Kaum Bapak Katolik...

Jelang Lomba Koor, KBK Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Mantapkan Harmonisasi dan Kekompakan

Bolaang Mongondow Timur – Semangat untuk memberikan penampilan terbaik terus ditunjukkan Kontingen Kaum Bapak...

Paroki Tahuna Siap Satu Komando Hasilkan Keputusan Terbaik dalam Konferensi VIII KBK Keuskupan Manado

Bolaang Mongondow Timur – Komitmen untuk terus memperkuat persatuan dan pelayanan Kaum Bapak Katolik...

More like this

Tenis Meja Jadi Ajang Mempererat Persaudaraan Kaum Bapak Katolik Se-Keuskupan Manado

Bolaang Mongondow Timur – Semangat kebersamaan dan sportivitas turut ditunjukkan Kontingen Kaum Bapak Katolik...

Jelang Lomba Koor, KBK Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Mantapkan Harmonisasi dan Kekompakan

Bolaang Mongondow Timur – Semangat untuk memberikan penampilan terbaik terus ditunjukkan Kontingen Kaum Bapak...

Paroki Tahuna Siap Satu Komando Hasilkan Keputusan Terbaik dalam Konferensi VIII KBK Keuskupan Manado

Bolaang Mongondow Timur – Komitmen untuk terus memperkuat persatuan dan pelayanan Kaum Bapak Katolik...