Hidup kita sebagai orang beriman tidak bisa dipisahkan dari kasih. Kasih adalah inti dari ajaran Yesus. Tanpa kasih, semua perbuatan kita tidak ada artinya. Kita bisa rajin berdoa, aktif di gereja, atau melakukan banyak hal, tetapi jika tanpa kasih, semuanya kosong.
Yesus mengajarkan dua hal penting: mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Mengasihi Allah berarti menempatkan Dia sebagai pusat hidup kita, dengan setia berdoa, mendengarkan firman, dan melakukan kehendak-Nya. Sedangkan mengasihi sesama berarti berani peduli, berbagi, mengampuni, dan menerima orang lain apa adanya.
Sering kali lebih mudah bagi kita untuk berkata “aku mengasihi Tuhan” daripada benar-benar menunjukkan kasih kepada orang-orang di sekitar kita, apalagi kepada mereka yang berbeda atau yang pernah menyakiti kita. Tetapi kasih sejati justru teruji dalam sikap kita terhadap sesama.
Yesus sendiri telah memberi teladan. Ia mengasihi semua orang, bahkan musuh-Nya. Puncak kasih itu nyata dalam pengorbanan-Nya di salib. Dari situlah kita belajar, bahwa kasih bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan nyata.
