BerandaKatekeseIman di Tengah Badai

Iman di Tengah Badai

Published on

spot_img
1000112394

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dan murid-murid-Nya berlayar melintasi danau ketika tiba-tiba badai besar menerpa. Ombak menghantam perahu hingga hampir tenggelam, sementara Yesus tertidur dengan tenang. Murid-murid yang ketakutan membangunkan-Nya dan berkata, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” Lalu Yesus bangun, menegur angin dan danau, dan seketika semuanya menjadi tenang.

Peristiwa ini menggambarkan bagaimana manusia sering kali takut dan cemas saat menghadapi badai kehidupan: masalah keluarga, tekanan pekerjaan, penyakit, atau situasi yang tidak pasti. Kita merasa panik, merasa seolah Tuhan tertidur atau jauh dari kita. Padahal, Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ia hadir, bahkan saat kita merasa paling lemah dan tidak berdaya. Yang Dia inginkan dari kita adalah iman—keyakinan bahwa Dia sanggup menenangkan badai apa pun dalam hidup kita.

Renungan hari ini mengajak kita untuk merenung: Apakah kita sungguh percaya kepada Tuhan saat hidup tidak berjalan sesuai harapan? Ataukah kita mudah panik dan menyerah? Tuhan ingin kita belajar percaya, bahwa Dia tidak hanya sanggup meredakan badai fisik, tetapi juga badai dalam hati dan pikiran kita. Mari serahkan segala kekhawatiran kepada-Nya dan izinkan Dia menguatkan iman kita, agar kita tetap tenang dalam perlindungan-Nya, apa pun yang terjadi.

KONTEN POPULER

Latest articles

Doa Lintas Agama dan Adat, Memohon Pemulihan Alam Gunung Awu

TAHUNA — Keprihatinan atas kemarau panjang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan...

RD. Jacob Adilang Hadiri Wisuda Polnustar, Gereja Hadir Mendukung Dunia Pendidikan

TAHUNA — Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, RD. Jacob Adilang, Pr., menghadiri prosesi...

Uskup Rolly Ingatkan Pendidikan Iman Anak Tak Cukup di Gereja

MANADO - Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC mengingatkan keluarga dan...

Pastor Jacob Adilang: Kita Tidak Hidup Sendiri, Kita Hidup dalam Komunitas

TAHUNA — Umat Katolik diajak untuk tidak bersikap acuh terhadap sesama, melainkan berani menegur...

More like this

Santo Tomas Rasul: Dari Pencari Bukti Menjadi Pewarta Injil

Setiap tanggal 3 Juli, Gereja merayakan Pesta Santo Tomas Rasul. Nama Santo Tomas sering...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...