
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus dan murid-murid-Nya berlayar melintasi danau ketika tiba-tiba badai besar menerpa. Ombak menghantam perahu hingga hampir tenggelam, sementara Yesus tertidur dengan tenang. Murid-murid yang ketakutan membangunkan-Nya dan berkata, “Tuhan, tolonglah, kita binasa!” Lalu Yesus bangun, menegur angin dan danau, dan seketika semuanya menjadi tenang.
Peristiwa ini menggambarkan bagaimana manusia sering kali takut dan cemas saat menghadapi badai kehidupan: masalah keluarga, tekanan pekerjaan, penyakit, atau situasi yang tidak pasti. Kita merasa panik, merasa seolah Tuhan tertidur atau jauh dari kita. Padahal, Yesus tidak pernah meninggalkan kita. Ia hadir, bahkan saat kita merasa paling lemah dan tidak berdaya. Yang Dia inginkan dari kita adalah iman—keyakinan bahwa Dia sanggup menenangkan badai apa pun dalam hidup kita.
Renungan hari ini mengajak kita untuk merenung: Apakah kita sungguh percaya kepada Tuhan saat hidup tidak berjalan sesuai harapan? Ataukah kita mudah panik dan menyerah? Tuhan ingin kita belajar percaya, bahwa Dia tidak hanya sanggup meredakan badai fisik, tetapi juga badai dalam hati dan pikiran kita. Mari serahkan segala kekhawatiran kepada-Nya dan izinkan Dia menguatkan iman kita, agar kita tetap tenang dalam perlindungan-Nya, apa pun yang terjadi.
