Paus Fransiskus merilis intensi doanya untuk bulan Desember, dan mengajak umat Kristiani untuk berdoa agar setiap dari kita dapat menjadi peziarah harapan sebagai buah dari Yubileum 2025.
“Marilah kita berdoa agar Yubileum yang akan datang ini dapat memperteguh iman kita, membantu kita mengenali Kristus yang Bangkit di tengah kehidupan kita, dan mengubah kita menjadi peziarah harapan Kristiani.”
Paus Fransiskus menyampaikan doa tersebut dalam The Pope Video yang dirilis pada hari Selasa untuk mengiringi intensi doanya di bulan Desember. Bulan ini akan menandai pembukaan Yubileum Harapan 2025 pada Malam Natal.
Paus mengungkapkan keprihatinannya terhadap penderitaan yang melanda dunia, dengan mengatakan bahwa umat manusia sangat membutuhkan harapan.
“Harapan Kristiani adalah anugerah dari Tuhan yang memenuhi hidup kita dengan sukacita,” ujar Paus, menyebut harapan sebagai jangkar bagi kehidupan kita.
“Kita harus berpegang erat pada tali harapan – berpeganglah erat,” tegasnya.
Paus Fransiskus mengundang umat Kristiani untuk membiarkan Tuhan memenuhi hidup kita dengan harapan, sehingga kita dapat menjadi hadiah harapan bagi orang-orang di sekitar kita.
“Marilah kita saling membantu menemukan perjumpaan dengan Kristus yang memberikan kita kehidupan, dan memulai perjalanan sebagai peziarah harapan untuk merayakan kehidupan itu,” katanya. “Memasuki Yubileum yang akan datang adalah langkah berikutnya dalam kehidupan itu.”
Saat Gereja bersiap untuk Yubileum, umat Katolik diajak untuk menjadi peziarah harapan, tema utama untuk Tahun Suci 2025.
“Jangan lupa,” ujar Paus, “harapan tidak pernah mengecewakan.”
Pesan Harapan di Tengah Cobaan Hidup
Jaringan Doa Sedunia Paus merilis pernyataan pers bersama intensi doa ini, menyebutkan bahwa The Pope Video bulan ini diproduksi bekerja sama dengan Dikasteri Evangelisasi.
Pernyataan itu menyoroti momen puncak pandemi Covid-19, ketika Paus Fransiskus berjalan sendirian dalam Statio Orbis di Lapangan Santo Petrus pada 27 Maret 2020. Saat itu, ia menggunakan metafora Injil tentang perahu yang dihantam ombak untuk mengingatkan tentang kerapuhan manusia di tengah ujian besar.
Kini, saat dunia menghadapi konflik dan perang di berbagai negara, Gereja memiliki tugas untuk memperteguh harapannya sendiri dan membagikannya kepada dunia.
Dalam siaran pers tersebut, Uskup Agung Rino Fisichella, Pro-Prefek Dikasteri Evangelisasi, mengatakan bahwa Paus berharap semua umat Kristiani tidak pernah kehilangan harapan, apa pun kontroversi atau kesulitan yang kita hadapi.
“Marilah kita berdoa,” kata Uskup Agung, “agar melalui video ini, sebagai sarana komunikasi yang ditujukan bagi kaum muda, semua orang dapat menerima pesan harapan yang tidak mengecewakan karena berakar pada kasih Allah.”
Sumber https://www.vaticannews.va
