Jangan Tinggalkan Iman Karena Harta, Kedudukan, Bahkan Calon Pasangan

0
163

Pastor Paroki Santo Mikael Perkamil, RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens) menjadi selebran pada misa I Hari Minggu Biasa XII, yang didampingi Frater Gabriel Billy Runtu.

Petugas liturgi yaitu Wilayah Rohani Sta. Ursula. Perayaan Ekaristi ini diselenggarakan di Gedung Gereja Paroki St Mikael, pada hari Minggu, 25 Juni 2023.

Kotbah dalam misa ini dibawakan oleh Frater Bill yang memberikan ulasan tentang surat apostolik Paus Fransiskus yang diberi judul Sublimitas et Miseria Hominis (keagungan dan kemalangan manusia).

Sebuah surat apostolik yang dibuat dalam rangka mengenang 400 tahun kelahiran Blaise Pascal seorang filsuf dan ilmuan sekaligus penemu dari Perancis.

Ia adalah ilmuan dan filsuf yang pada akhir masa hidupnya ia mengabdikan diri sebagai apologetika katolik, atau pembela iman katolik.

Frater Bill menegaskan bahwa kita semua adalah orang yang dipanggil dan diutus menjadi pewarta yang menerangkan tentang sabda Allah kepada orang lain.

Sebagai pewarta kita menghadapi banyak tantangan. Banyak orang ingin menjatuhkan kita seperti nabi Yeremia dalam bacaan pertama.

Namun kita juga dihadang dengan kemalangan yang ada dalam diri kita yakni dosa yang mendatangkan maut, sebagaimana dikatakan santo Paulus dalam Suratnya kepada jemaat di Roma.

Namun kita semua harus tetap setia dan tidak gentar. Karena Yesus sendiri berpesan bahwa supaya kita tidak takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh tetapi tidak dapat membunuh jiwa.

Takutlah kepada Allah yang berkuasa membinasakan baik badan dam jiwa dalam neraka.

Kita semua telah ditebus dari dosa lewat korban kristus. Maka kita telah hidup dalam kasih karunia Allah. Karena itu kita diminta untuk setia dan tidak pernah menyangkal Tuhan.

Dalam kehidupan zaman sekarang banyak orang yang mudah meninggalkan iman karena kedudukan atau jabatan dan karena kekayaan. Bahkan tidak sedikit anak muda yang meninggalkan iman katolik karena mengikuti pasangan yang mereka cintai.

Padahal bagi setiap orang yang tidak setia dalam imannya apalagi dengan sadar meninggalkan iman katolik padahal sudah hidup dan sudah belajar tentang iman katolik, bagi mereka tidak ada keselamatan (salus non est).

Jadi kita semua dipanggil untuk menjadi pewarta yang berani dan teguh dalam iman. Kita perlu mengingat bahwa dimata Tuhan kita semua berharga dan senantiasa dilindungi dalam naungan kasih-Nya.

Karena itu kita pun tidak boleh terbuai dengan harta kekayaan, kedudukan dan apapun juga sampai harus menyangkal atau meninggalkan iman.

Bacaan pertama diambil dari Yeremia 20:10-13 dengan judul perikop “Tuhan telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat”.

Bacaan kedua diambil dari Roma 5:12-15, dengan judul perikop “Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam”.

Sedangkan bacaan Injil diambil dari Matius 10:26-33 dengan judul perikop “Janganlah kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh”.

Perayaan Ekaristi ini dimulai pada pukul 07.00 dan berjalan dengan hikmat dan lancar hingga selesai.

Diakhir perayaan Ekaristi, Pastor Wens mengingatkan mereka yang menikah tidak secara Katolik, dan tiba-tiba kembali tanpa mengurus semua hal menyangkut perkawinannya dan langsung menerima komuni kudus.

Bagi mereka pastor mengingatkan bahwa sebelum mereka bisa mengikuti ekaristi secara penuh (menerima tubuh kristus) harus ada persiapan dan proses yang dilalui dan diselesaikan supaya ia bisa menerima ekaristi secara penuh.

Pastor pun mengingatkan anak-anak muda supaya dalam pergaulan, apalagi dalam menjalin hubungan dengan mereka yang berbeda keyakinan, harus selalu diawali dengan komitmen dan pembicaraan supaya bisa menikah secara Katolik.(Komsos OMK St Mikael Perkamil, Gabriel Billy Runtu)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini