BerandaKatekeseJUMAT AGUNG: DIAM DI HADAPAN TUHAN

JUMAT AGUNG: DIAM DI HADAPAN TUHAN

Published on

spot_img

Dalam hening tanpa bunyi, tanpa hiasan, tanpa apa-apa, tabernakel kosong, lilinpun dipadamkan; umat berlutut, imam merebahkan diri di depan altar. Sunyi, diam, silentium magnum. Keheningan panjang himpunan manusia fana yang terpesona oleh Kasih Tuhan yang sempurna.

Diam penuh kepasrahan iman sebagai manusia berdosa yang kerap putus asa tanpa harapan; sebagai manusia yang kerap menderita dan merasa penderitaannya yang paling dahsyat. Hening untuk siapkan hati mendengar kisah Sengsara, derita maha dahsyat anak manusia tak bersalah yang memberi diri karena cinta, laksana anak domba yang dibawa ke pembantaian. Anak domba sejati yang darahNya ditumpahkan karena ketaatan maha sempurna.

Inilah kisah kematian, penghinaan, pelecehan, penindasan dan pengkhianatan. Inilah cerita kesewenang-wenangan mereka yang berkuasa, ketidakadilan, kerakusan, ketamakan, kesombongan, dan ketidakpercayaan. Inilah rangkaian kata yang menggambarkan realitas hidup manusia berdosa. Dosa yang menyengsarakan dan membawa penderitaan.

Syukurlah, Dia bersedia memikul Salib, menjalani Via Crucis, Via Dolorosa. Jalan Sengsara berpuncak pada drama Penyaliban keji, yang berujung pada kematian. Akhir kehidupan di dunia fana. Dia memberikan diri secara total. Dia ditinggikan pada Salib. Lewat Salib SuciNya Ia menebus Dunia.

Himpunan umat beriman diajak memandang dan menyembah salib secara bersama dan pribadi. Mengangkat kepala memandang salib, menunduk menyembah untuk disadarkan untuk memikul salibnya sendiri dengan penuh pengharapan akan kekuatan Kasih Tuhan. Salib yang dipanggul Yesus dan tempat ia bergantung menjadi Simbol Pengharapan dan Kemenangan. Salib hidup tak pernah boleh ditolak, melainkan dipikul dengan penuh pengorbanan karena cinta kepada Tuhan dan sesama.

Kematian Yesus di Salib menebus dunia dan manusia, bukan hanya para pengikutNya. Karena itu seluruh umat dipimpin imam dalam Liturgi hari ini membawakan doa umat Meriah. Doa untuk seluruh dunia, agar dunia diselamatkan berkat salib Kristus.

Akhirnya, semangat kemenangan salib tak cukup tanpa persatuan denganNya. Seluruh umat bersatu dengan Yesus dan bersatu dengan sesama dengan menerima hosti kudus. Dengan bekal persatuan ini, semua umat beriman, siap dibangkitkan bersama Kristus. Selamat ber-Jumat Agung. (p.steven)

KONTEN POPULER

Latest articles

Jack Top Casino im Test: Überblick, Boni und Zahlungen

Dieser Test konzentriert sich auf die praktische Nutzung: Welche Spiele sind verfügbar, wie funktionieren...

Belajar Mengampuni dari Santa Maria Goretti

Tahuna – Pesta Santa Maria Goretti bukan sekadar mengenang seorang martir muda, tetapi menjadi...

Legio Christi Paroki Tahuna Wujudkan Pelayanan Kasih dalam Upacara Pemakaman di Kelurahan Mahena

Tahuna – Semangat pelayanan yang tulus kembali ditunjukkan oleh Legio Christi Paroki Santo Yohanes...

Casino Wild Robin Test: Spiele, Boni und Auszahlung

In diesem Test schaue ich vor allem auf das, was im Alltag zählt: Spieleauswahl,...

More like this

Santo Tomas Rasul: Dari Pencari Bukti Menjadi Pewarta Injil

Setiap tanggal 3 Juli, Gereja merayakan Pesta Santo Tomas Rasul. Nama Santo Tomas sering...

Hati yang Lelah dan Kasih Tuhan yang Meneguhkan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit dan melelahkan. Berbagai...

Santo Efrem: Ketika Kata-Kata Menjadi Doa dan Lagu Menjadi Katekese

Ketika mendengar nama Santo Efrem, banyak orang mengenalnya sebagai Diakon, Bapa Gereja, dan pujangga...