Kejutan Manis di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56

0
412

Kotamobagu, Minggu 29 Mei 2022, dalam rangka Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-56, Komisi Komsos Keuskupan Manado menyelenggarakan Family Gathering Komsos Paroki se-Keuskupan Manado yang mengambil tempat di Paroki Kristus Raja Kotamobagu, sebagai wadah sharing untuk saling mendengarkan dan berbagi pengalaman dalam karya pewartaan.

Pada Perayaan Ekaristi yang menjadi pembuka kegiatan, di awal homilinya Pst. Made Pantyasa Pr selaku Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Manado mengajak para penggiat Komsos Paroki se-Keuskupan Manado untuk mengumandangkan yel-yel sebagai pembangkit semangat. Pastor yang akrab disapa Romo Made ini menjelaskan mengenai point yang terkandung dalam yel-yel itu yakni Komsos harus maju dan menjadi garda di Parokinya masing-masing, kedua adalah “ratakan” yang mengandung arti menyamakan frekwensi atau persepsi menjadi pewarta masa kini dan yang ketiga adalah “gaga-men” yang merupakan singkatan dari gara-gara mendengarkan, yang mengandung arti dengan mendengarkan maka akan mengetahui informasi yang benar.

Ditegaskan pula oleh Pastor gaul yang hobi bermain gitar ini, bahwa keberadaan Komsos di Paroki merupakan elemen penting, karena lahir dari Inter Mirifica yakni salah satu dekrit tentang upaya-upaya komunikasi sosial yang tertuang dalam Konsilil Vatican kedua. Sehingga pada hakikatnya Paroki berhak memiliki dan menggunakan media sosial yang ada untuk mewartakanm nilai-nilai kekristenan yang selama ini fungsi tersebut ada pada tim Komsos baik di tingkat Paroki, Keuskupan maupun KWI.

Senada dengan apa yang sudah disampaikan oleh Ketua Komsos Keuskupan Manado, maka dalam sambutannya saat menyampaikan ucapan selamat datang, Pst. Engelbert Rio Sumajow Pr, selaku Pastor Paroki Kristus Raja, Kotamobagu turut mengapresiasi hasil-hasil karya para penggiat Komsos di Paroki-paroki se-Keuskupan Manado yang telah memberikan banyak kontribusi bagi pewartaan Injil kepada umat. Pastor “bonus” yang baru saja merayakan Pesta Imamat ke-17 pada tanggal 21 Mei ini, juga memiliki harapan bahwa suatu saat nanti Komsos di Paroki bisa memiliki ruangan sendiri, dengan fasilitas layaknya studio rekaman yang bisa digunakan untuk lebih mengoptimalkan kreatifitas para penggiat Komsos yang bekerja di dalamnya. Karena tanpa keberadaan tim Komsos, maka umat akan berpeluang ketinggalan informasi dan jalur komunikasi menjadi tidak berjalan dengan baik.

Melengkapi kemeriahan Hari Komunikasi Sosial Sedunia yang ke-56 tahun 2022 ini, diselenggarakan pula Pelatihan Jurnnalistik, dimana materi dibawakan oleh salah seorang wartawan senior, yakni Yoseph E. Ikanubun, biasa dipanggil dengan sapaan Bung Yos.

Bung Yos memaparkan materi-materi yang meliputi pengetahuan dasar tentang pers dan jurnalistik, kode etik dan hukum pers, teknik reportase, serta model wawancara, menulis berita juga mengedit dan menyiarkan berita atau konten.

Adapun tujuan pelatihan yang diberikan kepada para penggiat Komsos di Paroki-paroki, antara lain agar para penggiat Komsos mempunyai pengetahuan dasar, memiliki dasar etik dan hukum, memiliki skil di bidang pers dan jurnalistik, serta menjadi Cityzen Journalism di Paroki masing-masing.

Pelatihan yang berlangsung selama 1 jam 30 menit ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Family Gathering Komsos Keuskupan Manado. Dan diharapkan akan menunjang perkembangan Komsos di Paroki-paroki se-Keuskupan manado.

Di sela-sela Pelatihan, menjadi suatu kebanggan tersendiri, dimana secara mengejutkan, Komsos KWI berkenan menyapa melalui sambungan Zoom Meeting kepada seluruh peserta yang hadir di acara Family Gathering Komsos Keuskupan Manado ini. Pst. Steven Lalu Pr, selaku Secretary Executive Komsos KWI menyapa dan menyampaikan ucapan terimakasih atas kinerja yang telah diberikan para penggiat Komsos di Keuskupan Manado.

Tak hanya itu kejutan yang terjadi di hari Minggu yang dingin karena cuaca mendung dan hujan sepanjang hari itu, karena Komisi Komsos Keuskupan Manado memberikan kejutan manis lagi berupa penghargaan kepada para penggiat Komsos Paroki-paroki melalui beberapa kategori-kategori pencapaian, seperti kategori Live Streaming Misa terbaik, Konten non Misa terbaik, Komsos Teladan, dan lainnya yang berhasil membuat keriuhan berlanjut hingga petang beranjak ke malam, memberikan semangat dan motivasi kepada para penggiat Komsos yang setia mengikuti jalannya acara dari pagi hingga sore hari tersebut.

Terimakasih sobat-sobat penggiat Komsos KUSUMA. Semoga dari seluruh karya dan pelayanan yang telah dibuat itu membuat kita semua semakin merangkul saudara-saudari kita serta mau mendengarkan dari hati ke hati.

@andreas-gunawan/YGB/Paniki

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini