Markus 6:26
“Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.”
Kutipan ini berbicara tentang kisah Herodes yang terjebak oleh keputusannya sendiri. Ia sebenarnya sedih dan enggan untuk memenuhi permintaan putri Herodias yang menginginkan kepala Yohanes Pembaptis, tetapi karena sumpahnya di hadapan para tamu, ia memilih menjaga gengsi daripada menegakkan kebenaran.
Dari sini kita belajar bahwa sering kali manusia jatuh dalam dosa bukan karena tidak tahu yang benar, tetapi karena takut kehilangan kehormatan, gengsi, atau penilaian orang lain. Keputusan Herodes menunjukkan kelemahan manusia yang lebih memilih menyenangkan manusia daripada Allah.
Inti katekese ini adalah: sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk berani memilih kebenaran meskipun tidak populer dan mungkin merugikan diri kita secara duniawi. Kehormatan sejati bukanlah apa yang dipandang manusia, melainkan kesetiaan kita kepada kehendak Allah. Kita diajak untuk berhati-hati dalam membuat janji atau keputusan, agar tidak terjerumus dalam kesalahan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Jangan biarkan gengsi, tekanan sosial, atau rasa malu membuat kita menolak kebenaran. Kesetiaan kepada Allah jauh lebih berharga daripada penghormatan dari manusia.
