
Kaiwatu – Minggu (24/5/2026) Gereja Katolik Universal merayakan Hari Raya Pentakosta. Hari turunnya Roh Kudus, sering disebut sebagai Hari Ulang Tahun Gereja Katolik.
Topik bacaan-bacaan Kitab Suci pada Minggu ini bernuansa Roh Kudus. Bacaan pertama tentang para rasul yang dipenuhi oleh Roh Kudus mulai berbicara dalam berbagai bahasa, mewartakan Tuhan Yesus. Bacaan kedua, melalui suratnya kepada umat di Korintus, rasul Paulus berbicara tentang kita semua telah dibaptis dalam Roh Kudus sehingga menjadi satu tubuh.
Dalam bacaan Injil menurut Yohanes diceritakan Tuhan Yesus menampakan diri kepada para rasul yang sedang berkumpul di satu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci, karena mereka takut kepada orang Yahudi. Dalam penampakannya Yesus menyapa para murid-Nya dengan berkata “Damai sejahtera bagi kamu!”, sesudahnya Yesus mengutus para Murid katanya “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (bdk. Yoh. 20:19-23).
Senada dengan bacaan-bacaan di atas, RP. Apolinaris Miler Senduk MSC, Pastor Paroki Santa Veronika dari Binasko Kaiwatu Manado, dalam Homilinya berpesan kepada umat untuk keluar dari zona nyaman “Kita sering seperti para rasul, yang ketakutan dan mengunci rapat-rapat jendela dan pintu”, tuturnya. Pastor Miler (sapaan akrab) mengingatkan kepada umat yang masih mengunci diri dan takut terlibat dalam kegiatan-kegiatan wilayah rohani dan paroki untuk mulai terlibat aktif.
“Hari ini Tuhan Yesus tdk membiarkan muridnya terkunci Dia hadir dan menghembus mereka dgn roh kudus. Yesus memberikan nafas baru untuk mengubah ketakutan menjadi damai sejahtera. Mengubah kesulitan menjadi peluang untuk mendapat berkat,” tegas Pastor kelahiran Woloan ini dalam Homilinya yang berapi-api.
Lanjut Pastor meminta umat untuk membuka pintu-pintu yang masih tertutup, dengan begitu Pastor mengajak umat untuk mulai memberi diri dengan segala karunia Roh Kudus yang sudah diterima melalui Sakramen-sakramen Inisiasi yakni Sakramen Baptis, Sakramen Ekaristi dan Sakramen Krisma, Pastor menegaskan bahwa dalam kesatuan Tubuh Kristus kita tidak dipanggil sebagai penonton.
“Di dalam kesatuan Tubuh Kristus kita tidak dipanggil sebagai penonton saja, tapi kita adalah bagian penting dari Tubuh-Nya. Tuhan memanggil kita untuk mewartakan Injil, maka jangan kita menutup karunia-karunia Roh Kudus yang telah dicurahkan kepada kita.” kuncinya. Semoga dengan perayaan Pentakosta ini kita semakin bersemangat dalam mewartakan Injil melalui karunia-karunia yang berikan Roh Kudus kepada kita masing-masing.
(RT)

