Komuni Pertama Paroki St Petrus Langowan, 31 Anak Renungkan Mukjizat Ekaristi

0
97
IMG 20240603 183603

Penerimaan Komuni Pertama Paroki St. Petrus Langowan

Komsos Langowan – Paroki St. Petrus Langowan, Minggu (2/6/2024) menggelar Perayaan Ekaristi dirangkaikan dengan Penerimaan Komuni Pertama untuk 31 anak yang sebelumnya sudah dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan oleh para pembina.

Dalam momentum istimewa tersebut, anak-anak peserta komuni pertama disajikan materi pendalaman iman melalui homili Pastor Paroki RD Delis Cornelis Umbas tentang sejumlah mukjizat ekaristi di berbagai negara.

“Ada begitu banyak mukjizat ekaristi yang terjadi, namun semua kejadian yang terjadi diluar nalar manusia itu membutuhkan waktu yang panjang sebelum dideklarasikan oleh Takhta Suci Vatikan sebagi sebuah mukjizat. Setiap mukjizat yang terjadi memiliki ciri khas berbeda, namun semuanya mengungkapkan hal yang sama, bahwa roti dan anggur yang dikosekrasi adalah benar-benar tubuh serta darah Kristus,” jelas Pastor Delis Umbas.

Ditambahkannya, bahwa anak-anak yang telah menerima komuni untuk yang pertama kalinya harus memupuk terus benih iman, khususnya yang berkaitan dengan ekaristi.

Di dalam ekaristi ada sebuah misteri besar yang hanya akan diungkapkan kepada mereka yang sungguh mengimaninya.

Pastor Delis Umbas juga mengungkapkan harapannya agar para orangtua dapat terus mendampingi anak-anak dalam pertumbuhannya, bukan saja secara fisik, tapi juga kerohaniannya.

Pada bagian lain, Ivan Kembuan salah satu orangtuan yang anaknya juga menerima Komuni Pertama, mengungkapkan bahwa sebagai orangtua tentu merasa bangga karena anaknya sudha boleh ambil bagian dalam perjamuan ekaristi.

“Tugas kami belum selesai. Masih ada banyak tanggung jawab kami sebagai orangtua untuk turut menjaga pertumbuhan iman anak kami. Kami juga berterima kasih kepada Pastor Paroki dan para pembina yang sudah memberikan pendampingan selama kurang lebih satu bulan ini untuk memeprsiapkan mereka dalam mengikuti Komuni Pertama ini,” ungkapnya.

(Frangki Wullur)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini