BerandaBerita KomsosKunker Tim II, St Mikael di Wilroh Sta Elisabeth

Kunker Tim II, St Mikael di Wilroh Sta Elisabeth

Published on

spot_img

Manado – Kunjungan Kerja Tim II yang dipimpin Pastor RD Michael Theodorus Palit sebagai Pastor rekan di Paroki St Mikael Perkamil bersama Frater, Dewan Pastoral Paroki (DPP), di Wilayah Rohani (Wilroh) Sta Elisabeth, bertempat pada Keluarga Langelo-Saleh dan Sanger-Langelo, Kamis, 12 Juni 2025.

“Bersatu dalam Iman, Berjalan dalam Kebersamaan Pastor Theo bersama Tim DPP Paroki hadir menyapa umat yang dirangkaikan dengan Perayaan Ekaristi,” ungkap Ketua Wilroh Sta Elisabeth, Paula Onibala.

Menurut Ketua Paula, dalam semangat kebersamaan dan pelayanan, umat Katolik di Wilayah Rohani Sta Elisabeth menyambut dengan penuh sukacita kunjungan ini.

“Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Theo, dan dihadiri Frater Ivan dan sejumlah pengurus DPP serta umat,” tuturnya.

Dalam homilinya, Pastor Theo menekankan, jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari hidup ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga (Matius 5:20).

“Gaya hidup, cara hidup yang dipakai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu menjadi standar diri Kita. Ahli-ahli Taurat dan orang Farisi menganggap diri mereka “standar tertinggi” umat beragama, dan sering menghakimi orang lain (terutama pemungut cukai, orang-orang berdosa, dll),” ujar Pastor Theo.

Pastor Theo menyatakan, mereka (orang Farisi) menutup diri dari orang-orang yang dianggap “najis” atau tidak sesuai dengan standar mereka.

“Inilah yang paling sering dikritik Yesus. Mereka mengajarkan kebaikan, tapi tidak melakukannya. Mereka menyayangi hukum lebih daripada manusia,” urainya.

Pastor Theo mengingatkan, Yesus bukan bilang “jangan seperti mereka”, tapi “jalani Imanmu lebih dalam dari mereka”.

“Artinya bukan cuma tindakan luar, tapi juga hati yang murni, kasih kepada sesama, kerendahan hati, dan ketaatan yang tulus. Kalau kita biasa tuding orang kafir, jail, sering menganggap remeh dan menuduh orang lain maka kita harus bertobat,” pesannya.

Lanjut Pastor Theo, kalau kita punya amarah atau marah terhadap orang lain maka pergilah berdamai.
“Bahkan dibilang di bacaan Injil tadi ketika kita sudah mau mempersembahkan kurban di atas meja tapi kita masih marah atau masih menyimpan amarah terhadap orang lain silahkan kita tinggalkan terlebih dahulu,” tegasnya.

Pastor Theo menyampaikan, itu merupakan ajaran yang disampaikan oleh Tuhan Yesus, bahwa kita memang dituntut lebih berat dari apa yang diajarkan oleh ahli” Taurat dan Orang Farisi.

“Semoga kita semua diajak untuk terus merefleksikan hidup ini agar semakin hari kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih beriman, dan semakin terbuka terhadap karya rahmat Tuhan yang senantiasa menolong dan membimbing kita,” ucapnya.

“Kunjungan seperti ini bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab pastoral, tetapi juga sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan antarumat dan pengurus paroki,” tandas Pastor Theo.

Pada Misa ini, petugas Liturgi yakni Ibu Vonne Langelo, Ibu Inez Maitimo, Ibu Staesy Tukunang.

Ketua Paula mengatakan, setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama umat Wilayah Rohani Santa Elisabeth yang dibuka oleh Frater Ivan Pepende. Dalam sesi ini, diawali dengan pembacaan laporan evaluasi yang disampaikan oleh Ketua Wilroh, Paula Onibala.

“Laporan tersebut mencakup pelaksanaan program kerja yang telah berjalan beserta pencapaian-pencapaian, data pertumbuhan dan keaktifan umat, laporan aset Wilayah Rohani, laporan keuangan, dan administratif lainnya yang telah terdokumentasi secara tertulis. Ketua dan umat diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan pastoral, serta berbagi pengalaman iman. DPP juga menyampaikan berbagai informasi mengenai program-program paroki ke depan, termasuk kegiatan kategorial, pembangunan fisik, serta pelayanan sosial,” ungkap Ketua Paula.

Dialog ini ditutup oleh Frater Ivan Pepende dengan mengatakan Kunjungan ini menjadi sarana yang sangat berarti dalam menjalin komunikasi dua arah antara Umat dan pengurus Paroki.

“Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara, terlebih saat sesi ramah tamah di akhir kegiatan,” tutur Ketua Paula.

Ketua bersama Umat Wilayah Rohani Santa Elisabeth mengucapkan terima kasih kepada Tim II yang dipimpin Pastor Theo, Frater Ivan dan DPP Paroki Santo Mikael Perkamil.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bentuk nyata kehadiran Gereja yang mendengarkan, melayani, dan berjalan bersama umat,” tandas Ketua Paula.
(Komsos WR Sta.Elisabeth Natasha Dirk, Jack Roentoe, Junaidi Sanger)

KONTEN POPULER

Latest articles

Paus Leo XIV Ajak Dunia Hentikan Perang dan Buka Jalan Dialog

VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi konflik yang terus memanas...

Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”

VATIKAN – Pope Leo XIV menetapkan tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026...

Paus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Paus Leo menegaskan bahwa ancaman perang hanya dapat diatasi ketika manusia mampu bersatu dalam...

Paus Leo XIV Ajak Umat Berdoa untuk Perlucutan Senjata dan Perdamaian

Umat Katolik di seluruh dunia diajak untuk mendoakan perdamaian dan perlucutan senjata sebagai intensi...

More like this

Paus Leo XIV Ajak Dunia Hentikan Perang dan Buka Jalan Dialog

VATIKAN – Paus Leo XIV menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi konflik yang terus memanas...

Pesan Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2026: “Menjaga Suara dan Wajah Manusia”

VATIKAN – Pope Leo XIV menetapkan tema Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 tahun 2026...

Paus Leo XIV: Perdamaian Terwujud Ketika Manusia Bersatu dalam Kasih

Paus Leo menegaskan bahwa ancaman perang hanya dapat diatasi ketika manusia mampu bersatu dalam...