Manado — Persiapan pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional IV Tahun 2027 di Sulawesi Utara terus dimatangkan. Tim kerja LP3KD Sulawesi Utara melakukan audiensi bersama Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, pada Jumat (08/05/2026), guna membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan nasional umat Katolik tersebut.
Dalam pertemuan itu, Uskup Manado didampingi oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Manado, Pastor Will Tome, Pr. Audiensi dipimpin langsung oleh Janny Kopalit selaku Ketua Tim Kerja LP3KD Sulut, didampingi Art Merung sebagai Wakil Ketua, Joula Makarawung sebagai Sekretaris, Edwin Kindangen sebagai Penasehat, serta tim sekretariat yang terdiri dari Regina Tambajong, Stella Daku, dan Vincent Toreh.

Tim kerja memaparkan konsep pelaksanaan PESPARANI yang akan digelar di dua daerah, yakni Manado dan Tomohon.
Kota Manado direncanakan menjadi pusat sejumlah kegiatan utama dan venue lomba, di antaranya:
- Pembukaan PESPARANI Katolik Nasional IV
- Lomba Paduan Suara
- Lomba Musik Kolintang
- Pameran UMKM
- Seminar
- Munas LP3KN
Sementara itu, Kota Tomohon akan menjadi lokasi sejumlah kegiatan dan cabang lomba lainnya, meliputi:
- Christ Of The King Festival atau Festival Kristus Raja
- Penutupan PESPARANI
- Lomba Bermazmur
- Lomba Bertutur Kitab Suci
- Lomba Cerdas Cermat Rohani
- Pameran UMKM
- Workshop Musik Inkulturasi
- Malam Budaya Kawanua Katolik
Untuk venue perlombaan di Kota Manado, panitia merencanakan beberapa lokasi, di antaranya Graha Gubernur Sulawesi Utara dan sejumlah tempat lainnya. Sedangkan di Kota Tomohon, venue lomba direncanakan berlangsung di SMA Lokon dan Seminari Kakaskasen.
Ketua Tim Kerja LP3KD Sulut, Janny Kopalit, menyampaikan bahwa pelaksanaan PESPARANI nantinya juga akan melibatkan paroki-paroki sekitar dalam penyediaan konsumsi bagi peserta dan panitia. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi umat agar manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui keterlibatan paroki dalam penyediaan konsumsi, kami berharap kegiatan ini juga dapat membantu perkembangan ekonomi umat,” ujar Janny Kopalit.
Selain pelaksanaan kegiatan utama, Panitia Bidang Penyelenggaraan juga akan mengadakan berbagai kegiatan dan lomba Pra PESPARANI Nasional antar paroki, di antaranya:
- Lomba Tari Selendang Biru WKRI
- Lomba Choir OMK
- Lomba Dance KBK
Kegiatan Pra PESPARANI tersebut akan dilaksanakan di masing-masing kevikepan yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Selain sebagai ajang pembinaan dan keterlibatan umat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sosialisasi kepada umat agar semakin mengenal dan mendukung pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional IV yang direncanakan berlangsung pada November 2027.
Panitia juga akan melibatkan berbagai organisasi dan kelompok kategorial Gereja Katolik seperti KBK, WKRI, LC, OMK, dan unsur umat lainnya. Dari pihak Keuskupan Manado sendiri, sejumlah komisi juga direncanakan ikut terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.
Dalam audiensi tersebut turut dibahas rencana dukungan anggaran kegiatan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp35 miliar. Anggaran tersebut direncanakan bersumber dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta dukungan dari Pemerintah Kota Manado, Pemerintah Kota Tomohon, dan sejumlah pemerintah kabupaten di Sulawesi Utara.
Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PESPARANI Katolik Nasional IV di Sulawesi Utara. Ia mengingatkan panitia agar menjaga hubungan baik dengan pemerintah yang selama ini telah terjalin baik bersama umat Katolik.

“Panitia harus menjaga wajah umat Katolik di hadapan pemerintah. Selama ini hubungan baik dengan pemerintah sudah terjalin sangat baik dan itu harus terus dijaga,” ujar Uskup.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan pertanggungjawaban dalam penggunaan anggaran kegiatan karena sebagian besar bersumber dari pemerintah.
“Pertanggungjawaban kegiatan harus menjadi perhatian serius, karena kegiatan ini menggunakan anggaran pemerintah. Semua harus dilaksanakan dengan baik, transparan, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Dalam arahannya, Uskup Manado menegaskan tiga poin utama yang harus menjadi prioritas tuan rumah Sulawesi Utara, yakni sukses penyelenggaraan, sukses pertanggungjawaban, dan sukses pemenang. Ketiga poin tersebut kemudian menjadi semangat bersama dalam menyukseskan PESPARANI Katolik Nasional IV Tahun 2027.

Dalam kesempatan tersebut, Uskup Manado juga menandatangani surat permohonan rekomendasi Panitia PESPARANI Katolik Nasional IV bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara yang akan diajukan kepada Gubernur Sulawesi Utara.
Pertemuan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Manado, Pastor Will Tome, Pr dan dilanjutkan dengan berkat penutup dari Uskup Manado.
