Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus diperingati pada Minggu setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Tahun ini, jatuh pada tanggal 22 Juni 2025. Lalu, bagaimana makna Perayaan Hari Raya tersebut?
Dikutip dari berbagai sumber, berikut pengertian dan makna perayaannya:
1. Pengertian dan Makna Perayaan
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Latin: Sollemnitas Sanctissimi Corporis et Sanguinis Christi) merupakan perayaan Gereja Katolik untuk: menghormati Sakramen Mahakudus Ekaristi, memperingati institusi Ekaristi oleh Yesus dan memproklamasikan iman akan kehadiran nyata Kristus dalam rupa roti dan anggur. Hal tersebut tertuang dalam Katekismus Gereje Katolik halaman 1373-1381.
Secara lebih rinci, halaman 1373-1381 dari Katekismus Gereja Katolik membahas tentang bagaimana Ekaristi bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga menghadirkan kembali peristiwa-peristiwa keselamatan Kristus. Melalui Ekaristi, umat diajak untuk merenungkan sengsara, wafat, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan, serta ikut serta dalam kurban-Nya yang satu dan unik.
Perayaan ini Tubuh dan Darah Kristus berakar pada:
1. Perjamuan Terakhir (Mat 26:26-28; Mrk 14:22-24; Luk 22:19-20)
2. Ajaran Yesus tentang Roti Hidup (Yoh 6:51-58)
3. Pengalaman murid-murid di Emaus (Luk 24:30-35)
3. Sejarah Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus berawal dari visi Santa Juliana dari Liège (1193-1258) dan ditetapkan secara universal oleh Paus Urbanus IV tahun 1264 serta Santo Thomas Aquinas yang menyusun liturgi dan himne khusus (Pange Lingua, Tantum Ergo)
4. Secara teologis, makna peringatan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, yaitu: Memorial: Mengenang sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, Komuni: Persatuan dengan Kristus dan Gereja-Nya , Eskatologi: Jaminan hidup kekal, Misi: Mengutus umat beriman menjadi saksi Kristus.
5. Praktik Liturgis
- Misa Kudus dengan bacaan khusus
- Prosesi Ekaristi (Kan. 944 CIC)
- Adorasi dan Benediksi Sakramen Mahakudus
6. Pesan untuk Kehidupan Umat
- Meningkatkan devosi kepada Ekaristi Kudus
- Menyambut Komuni dengan persiapan batin yang baik
- Menghayati semangat Ekaristi dalam hidup sehari-hari
7. Tantangan Kontemporer
- Menghadapi mentalitas sekular yang meremehkan Ekaristi
- Melawan reduksi Ekaristi menjadi sekadar simbol
- Menjaga kekudusan liturgi Ekaristi
Sumber-sumber Utama:
- Kitab Suci Perjanjian Baru
- Katekismus Gereja Katolik
- Dokumen Konsili Vatikan II
- Kitab Hukum Kanonik (CIC)
- Dokumen kepausan terkait
- Buku-buku liturgi resmi Gereja
(nr)
