MAKNA SAKRAMEN KRISMA DALAM KEHIDUPAN SEBAGAI MURID YESUS

    0
    8480

    KATEKESE: SAKRAMEN KRISMA

    1. Pengertian Sakramen Krisma

    Krisma dari kata Chrism, bahasa Yunani, artinya minyak pengurapan. Dalam Gereja Katolik, minyak ini bersama dengan minyak katekumen dan minyak suci atau minyak orang sakit diberkati oleh uskup dalam misa Krisma pada hari Kamis Putih pagi. Di keuskupan Manado, umumnya minyak ini diberkati pada hari Rabu sore menjelang Kamis Putih karena alasan pastoral, yaitu agar para pastor paroki bisa kembali ke parokinya  sebelum Tri Hari Suci.

    1. Sakramen Krisma sebagai Sakramen Penguatan

    Pada umumnya minyak ini digunakan dalam sakramen baptis dan sakramen krisma, juga dalam penahbisan imam dan uskup dan dalam upacara pemberkatan gereja dan altar. Sakramen Krisma sering juga disebut sakramen penguatan. Dua kata “Krisma dan Penguatan” berkaitan erat dengan peranan Roh Kudus. Gereja menghayati bahwa Roh Kudus hadir untuk menguduskan, menguatkan dan membaharaui semangat kaum beriman untuk tetap percaya kepada Allah Bapa dan PutraNya Yesus Kristus, serta setia pula menjakankan seluruh pengajaranNya demi keselamatan.

    1. Hubungan Sakramen Krisma dan Sakramen Baptis

    Roh Kudus hadir saat kita menerima sakramen pembaptisan yang disebut juga sakramen permandian. Roh yang sama ini yang berperan sejak penerimaan sakramen permandian, kini lebih ditonjolkan lagi gerakannya dalam sakramen krisma itu. Melalui Sakramen Pembaptisan, kita menjadi anggota Gereja dan diantar masuk oleh Roh Kudus ke dalam komunitas Allah Tritunggal, komunitas Bapa-Putra-Roh Kudus. Peranan Roh Kudus diungkapkan secara simbolik dalam upacara pembaptisan dan krisma/penguatan itu. Daya gerak Roh yang hadir untuk menyucikan dan menguduskan dilambangkan oleh penuangan air ke atas kepala (dalam skr. pembaptisan); kehadiranNya  untuk mencurahkan dan mengurapi kita agar kita menerima karunia-karunia Roh, ditampilkan melalui symbol penumpangan tangan dan pengurapan minyak krisma (dalam skr. pembaptisan dan skr. krisma).

    1. Syarat menerima Sakramen Krisma

    Syarat seseorang boleh menerima skr.krisma ialah pertama, ia sudah menerima skr. pembaptisan; kedua, mampu menggunakan akal budi dan kehendak dengan baik. Artinya dia sudah tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebab melawan kehendak Tuhan; ketiga, cara hidup yang baik (ada dalam keadaan berahmat). Itulah sebabnya penting katekese bagi para calon  sebagai persiapan sebelum menerima skr. penguatan. Sakramen Krisma adalah satu dari antara 7 sakramen dalam gereja yang diberikan oleh Bapa Uskup.

    1. Dua Hal Penting bagi Mereka yang menerima Sakramen Krisma

    Ada dua hal penting yang ditekankan bagi mereka yang menerima sakramen Krisma:

    Pertama, kita ingat peristiwa pembaptisan. Saat pengurapan krisma dalam sakramen permandian, imam mengatakan “sekarang saudara akan diurapi dengan minyak krisma, seperti Kristus diurapi oleh Roh Kudus menjadi imam, nabi dan raja”. Ini berarti melalui dan dalam pembaptisan, Roh Kudus melibatkan kita untuk ambil bagian dalam Tri-Tugas Yesus, yaitu sebagai “imam, nabi, dan raja”. Roh yang sama ini, yang telah mencurahkan karunia-karuniaNya ke atas para rasul saat Pentekosta, kini hadir juga saat menerima sakramen Krisma. Kita diterangi dan diingatkan oleh Roh  akan tri-tugas mulia itu untuk dihayati, dihidupi dan dipraktekkan sampai Tuhan memanggil kita menghadap hadiratNya. Tugas itu sungguh mulia namun menantang karena kita sering kurang mampu mengontrol diri entah karena kelemahan pribadi atau pengaruh yang datang dari lingkungan sekitar kita. Di sini penting kepekaan akan suara Roh Kudus. Ia membimbing, menasehati dan menuntun kita melalui nasehat orang lain, melalui doa-doa pribadi, doa-doa bersama anggota gereja di wilayah rohani atau kelompok kategorial atau melalui perayaan-perayaan sakramen khususnya sakramen Ekaristi agar hidup kudus dihadirat Allah.

    Kedua, uraian ini menunjukkan bahwa sakramen penguatan berkaitan erat dengan tugas panggilan dan perutusan sebagai seorang murid Kristus. Sakramen penguatan mengungkapkan bahwa orang, yang telah masuk ke dalam persekutuan kristiani melalui sakramen permandian, digerakkan oleh Roh Kudus untuk melibatkan diri dalam karya gereja sekaligus terlibat secara aktif dalam perutusan gereja di tengah masyarakat demi keselamatan manusia. Dengan sakramen ini, setiap anggota disadarkan dan didorong oleh Roh Kudus untuk menghidupi tri-tugas Yesus dan dengan demikian menyerupai Kristus yang hadir sebagai imam untuk “menyucikan” diri sendiri dan orang lain melalui doa yang dibuat secara pribadi atau doa dalam perayaan sakramen; hadir sebagai nabi yang siap untuk mewartakan kebenaran iman melalui kata-kata, nasehat, petunjuk praktis, ajakan positif, dan perbuatan konkrit sebagai bentuk kesaksian hidup yang bisa diteladani dan memberi perubahan bagi sesama; hadir sebagai raja yang siap sedia menjadi pemersatu dimana ada perpecahan, menjadi motivator dan penggerak saat orang hilang harapan, menjadi pelayan saat orang butuh bantuan.

    1. Makna Sakramen Krisma Dalam Kehidupan Sebagai Murid Yesus

    Roh Kudus memberdayakan orang agar tidak hidup egois dan mencari untung untuk diri sendiri, tetapi senantiasa terbuka menjadi saudara bagi yang lain. Kita ingat kata-kata Yesus “ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;  ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku dalam penjara, kamu mengunjungi Aku” (Mat 25:35-36). Ini adalah buah-buah Roh yang menunjukkan bahwa orang bersangkutan hidup dalam Roh. Orang demikian dibenarkan oleh Allah (Mat 25:37). Tuntunan Roh bisa juga dilihat pada Mat 25:1-13, tentang gadis-gadis yang bijaksana dan yang bodoh. Gadis-gadis yang bijaksana lengkap dalam persiapan karena hidup dalam Roh. Dalam hidup ini, Roh Kudus juga membimbing kita agar bijaksana dalam bertutur kata, bijaksana dalam berpikir dan bijaksana dalam bertindak saat membangun relasi dengan Tuhan, dengan sesama dan dengan seluruh alam semesta. Hidup kita menjadi baru karena Roh Kudus senantiasa membaharui hidup kita. Setiap anggota gereja bisa berbuat baik dan dibenarkan Allah bila ia terbuka dan mau dituntun oleh Roh. Bersama pemazmur marilah kita berseru “ajarlah aku melakukan kehendakMu, sebab Engkaulah Allahku. Kiranya RohMu yang baik itu menuntun aku” (Mzm 143:10).

    Oleh: P. ALOYSIUS LEREBULAN, MSC

     

    Beri Komentar

    Silahkan masukkan komentar anda
    Silahkan masukkan nama anda di sini