Menurut Magisterium Diambil dari katolisitias.org
1. Gereja Katolik mengajarkan: “Maria adalah sungguh-sungguh Bunda Allah” (Ludwig Ott, Fundamentals of Catholic Dogma, p. 196).
2. Doktrin Maria sebagai Bunda Allah (Theotokos) ……. dinyatakan Gereja melalui Konsili di Efesus (431) dan Konsili keempat di Chalcedon (451). Pengajaran ini diresmikan pada kedua Konsili tersebut, namun bukan berarti bahwa sebelum tahun 431, Bunda Maria belum disebut sebagai Bunda Allah. Kepercayaan Gereja akan peran Maria sebagai Bunda Allah dan Hawa yang baru sudah berakar sejak abad awal. Keberadaan Konsili Efesus yang mengajarkan Theotokos tersebut adalah untuk menolak pengajaran sesat dari Nestorius. Nestorius hanya mengakui Maria sebagai ibu kemanusiaan Yesus, tapi bukan ibu Yesus sebagai Tuhan, sebab menurut Nestorius, yang dilahirkan oleh Maria adalah manusia yang di dalamnya Tuhan tinggal, dan bukan Tuhan sendiri yang sungguh menjelma menjadi manusia
3. Konsili Efesus mengajarkan: “jika seseorang tidak mengakui bahwa Emmanuel adalah Tuhan sendiri dan oleh karena itu Perawan Suci Maria adalah Bunda Tuhan (Theotokos); dalam arti di dalam dagingnya ia (Maria) mengandung Sabda Allah yang menjelma menjadi daging (seperti tertulis bahwa “Sabda sudah menjadi daging”), terkutuklah ia.” (D113)
4. Bahwa Maria adalah Bunda Allah adalah pengajaran Gereja sepanjang sejarah dan ini ditegaskan kembali dalam Konsili Vatikan II: “Sebab perawan Maria, yang sesudah warta Malaikat menerima Sabda Allah dalam hati maupun tubuhnya, serta memberikan hidup kepada dunia, diakui dan dihormati sebagai Bunda Allah dan (Bunda) Penebus yang sesungguhnya.” (Lumen Gentium, 53)
