Banggai – Pada hari Selasa (27/5/2025), rangkaian perayaan Misa Perdana Imam Baru RD Frantosius Kadoang dilaksanakan dengan meriah. Rangkaian perayaan ini dimulai dengan acara penyambutan pada pukul 15.00 WITA dan diakhiri dengan acara ramah tamah.
Pada acara penyambutan, Pastor Franto didampingi Pastor Perdi yang baru tiba di gerbang penyambutan disambut dan diterima secara simbolis oleh tokoh adat dan pemerintah setempat. Acara penyambutan ini ditandai dengan pengenaan penutup kepala dan selendang oleh tokoh adat dan tokoh umat kepada dua imam baru.
Setelah diterima, imam baru diarak dengan tandu ke rumah keluarga. Selama perjalanan, imam baru diantar dengan tarian ‘balatindak’ dan musik tradisional. Di sisi kiri dan kanan jalan, umat berbaris menyambut imam baru. Anak-anak melambai-lambaikan bendera kertas warna kuning putih khas vatikan. Suasana penyambutan ini berjalan dengan semarak.



Di rumah keluarga, Pastor Franto diterima dan selanjutnya dilangsungkan upacara adat. Anggota keluarga yang menyambut nampak haru bercampur bahagia menerima Pastor Franto di tengah-tengah mereka.
Pada pukul 17.00 WITA, perayaan ekaristi syukur imam baru dimulai. Bertempat di gereja stasi, Pastor Franto memimpin perayaan ekaristi didampingi Pastor Perdi dan para imam lainnya.
Selepas misa, dipandu Pastor Paroki Raja Damai Banggai, Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC, dua imam baru memberikan berkat pertama kepada para pastor, para pengurus dewan paroki dan stasi, anggota keluarga dan berbagai kelompok umat.



Setelah pemberian berkat, para undangan yang terdiri dari umat se-Paroki Banggai, unsur pemerintah, dan masyarakat Desa Malino mengikuti acara ramah tamah. Pada kesempatan ini, Pastor Franto mengucapkan terima kasih atas dukungan dari begitu banyak pihak sehingga acara ini dapat terselenggara dengan luar biasa.
“Terima kasih kepada semua yang saya tidak dapat sebutkan satu per satu atas bantuan dan dukungan anda sekalian sehingg kegiatan ini dapat terlaksana dengan begitu luar biasa”, tuturnya.
Ia juga berterima kasih kepada semua yang telah mendoakannya dalam meniti jalan panggilan hidupnya hingga menjadi seorang imam. Ia juga memohon doa agar ia dapat melaksanakan tugas-tugas perutusannya dengan baik.
“Saya juga berterima kasih atas doa-doa dari keluarga, umat, para pastor sehingga saya dapat meniti jalan panjang panggilan saya sampai saat ini saya berdiri di sini sebagai seorang imam. Saya mohon doa agar saya dapat melaksanakan tugas-tugas perutusan saya dengan baik”, tutupnya.
Tugas perutusan pertama Pastor Franto sebagai imam adalah di Paroki Santo Petrus Tolai. Dengan moto tahbisan ‘Duc In Altum’, ia akan bertolak ke tempat yang lebih dalam untuk melayani umat yang digembalakannya. ***
