OMK Rindu pendampingan Imam dan Biarawan-Biarawati

0
1071

Kunjungan Komisi Kepemudaan di Paroki St. Maria dan St. Paulus, Palu, Sulawesi Tengah

Sabtu-Minggu, 15-16 Mei 2017, OMK paroki-paroki se-kota Palu: St.Maria, St, Paulus dan wilayah Napu, mendapat kunjungan P.Andre Rumayar, pr, ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado. Dialog  dari hati ke hati digelar bersama OMK Paroki St. Maria dan St. Paulus. Dion, Ketua OMK paroki St. Paulus, menyatakan betapa OMK St. Paulus sangat potensial secara kualitas dan kuantitas. Namun mereka merindukan pendampingan intensif Pastor dan biarawan-biarawati. “Bagi saya, jika pendampingan pastor paroki atau biarawan-biarawati lebih intensif, maka  kami OMK akan semakin berkembang dalam kualitas beriman bahkan lebih militan”. Sementara, Billy, Ketua OMK paroki St. Maria, menceritakan betapa OMK parokinya banyak secara kuantitas, tersebar ke stasi-stasi, cukup fasilitas tetapi sangat butuh pendampingan secara kualitatif.  “Memang kami  memiliki Bruder dan Suster, kadang turut mendampingi,  tetapi belum intensif dan terstruktur.” Pendampingan imam, biarawan-biarawati, terasa menjadi kebutuhan. Pendampingan intensif mereka akan sangat menunjang nilai-nilai yang ditekankan OMK Keuskupan Manado: Cerdas, tangguh, militan, dan misioner.

Sementara, OMK di Napu, mempunyai pengalaman berbeda. Menurut Ariston Mbahi, MSC, pastor Lembah Napu, ada 70-an OMK aktif di wilayahnya. Imam, suster dan bruder mendampingi intensif.  “Setiap bulan kami menggelar pertemuan, yang diisi pendalaman iman, Ekaristi dan makan bersama. Ada juga Natal OMK, Bible Camp yang digilir  di setiap gereja. Selain itu ada juga kegiatan-kegiatan rutin”. OMK sendiri bercerita tentang usaha membangun kebersamaan dalam doa mingguan, olah raga, kerja bakti dan membersihkan gereja. Mereka berkisah tentang kesulitan informasi tentang OMK karena tinggal jauh dari pusat keuskupan. Mereka sangat rindu berjumpa dengan OMK lain di luar paroki.

Dalam dialog, P. Andre memaparkan nilai-nilai OMK Keuskupan Manado: cerdas, tangguh, militan dan misioner. OMK sangat antusias mendengarkan dan bersedia mewujudkannya, meski tinggal di tempat yang jauh.

Memberi catatan  atas kunjungan ini, P. Andre bersyukur dan menyatakan bahwa perhatian kepada orang muda adalah satu keharusan karena OMK adalah tulang punggung Gereja dan Bangsa. OMK adalah masa kini dan masa depan Gereja. Konsili Vatikan II, menyatakan: “Kaum muda adalah kekuatan yang amat penting dalam masyarakat zaman sekarang. Karena itulah pendampingan terhadap kaum muda kiranya mendapat bagian prioritas dalam reksa pastoral paroki” (AA 12).

Pengalaman OMK Palu dan Napu menggambarkan kerinduan besar “Gereja muda” untuk berkembang jasmani dan rohani menuju “kepenuhan hidup” sebagaimana diharapkan Kristus. Pengalaman ini kiranya menggugah para imam, biarawan-biarawati, bahkan seluruh umat Keuskupan Manado untuk terus memperhatikan orang Muda sebagai bagian tak terpisahkan dari masa depan kita.

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini