Banggai – Hari Kamis (4/9/2025), Paroki Raja Damai Banggai menggelar Rapat Pleno yang dibuka oleh Pastor Paroki, Pastor Tarsisius Kewa Ama MSC. Rapat yang berlangsung selama 3 hari diadakan di Aula Paroki dan dihadiri oleh para pengurus Wilayah Rohani Pusat Paroki, pengurus stasi-stasi, dan peserta kelompok kategorial pusat paroki.
Rapat Pleno ini diawali dengan materi penguatan kepemimpinan yang dibawakan oleh Bapak Timotius Kordianus Jehaut, S.Fil. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas kepemimpinan para pengurus. Ia mengajak para pengurus untuk menjadikan Yesus sebagai teladan kepemimpinan sambil terus bekerja sama dan bersinergi dengan umat dalam menjalankan tugas pastoral.

Selama 3 hari, rapat pleno diisi dengan presentasi hasil evaluasi program kerja tahun 2025 dan presentasi dan pembahasan program kerja tahun 2026 oleh setiap pengurus wilayah rohani pusat paroki, stasi-stasi dan kelompok kategorial.
Selain itu, juga dilakukan sosialisasi pengelolaan keuangan yang baik dan transparan serta perencanaan budgeting program kerja bagi para bendahara. Dalam sesi-sesi ini, Pengurus Inti DPP Paroki Raja Damai Banggai berperan sebagai moderator dan fasilitator rapat.

Rapat pleno akhirnya ditutup pada hari ketiga dengan acara puncak penguatan pengurus stasi oleh Pastor Paroki. Dalam paparannya, pastor paroki menunjukkan tantangan zaman yang dihadapi persekutuan umat Allah, khususnya di benua Asia.
Menghadapi berbagai tantangan itu, beberapa langkah konkrit yang dapat dilakukan adalah memperkuat peran keluarga dalam menjaga dan mengembangkan iman anggota keluarga – khususnya orang muda dan anak-anak – agar semakin berakar.

Di bagian akhir paparannya, pastor paroki menegaskan bahwa prioritas utama dalam pelayanan adalah keselamatan jiwa-jiwa dan persekutuan umat. Untuk itu, ia mengajak segenap pengurus stasi, wilayah rohani dan kelompok kategorial untuk setia, saling dukung dan mendoakan dalam tugas dan pelayanan masing-masing.
“Prioritas utama pelayanan kita adalah keselamatan jiwa-jiwa dan persekutuan umat. Untuk itu, tetaplah setia, saling dukung dan saling mendoakan dalam tugas pelayanan kita masing-masing,” ajak Pastor Tarsisius Kewa Ama dengan penuh semangat. ***
