BerandaBerita KomsosPastor Angki Ajak Umat Rayakan Minggu sebagai Hari Perdamaian

Pastor Angki Ajak Umat Rayakan Minggu sebagai Hari Perdamaian

Published on

spot_img

Suasana penuh syukur dan damai mewarnai Perayaan Ekaristi Hari Minggu Paskah II, Minggu Kerahiman Ilahi di Paroki Bunda Teresa dari Calcutta Griya Paniki Indah, Minggu (27/4/2025). Dalam Misa kudus yang dipimpin oleh Pastor Paroki, Pst. Fransiscus Antonio Runtu Pr. atau yang akrab disapa Pastor Angki umat diajak memaknai Paskah dan kerahiman ilahi sebagai suatu pesta perjumpaan dengan damai.

Dalam homilinya, Pastor Angki menekankan pentingnya makna Hari Minggu sebagai hari syukur, janji, dan harapan. Ia mengutip bacaan Injil Yohanes yang menandai Paskah sebagai awal dari sebuah perjalanan iman. Hari di mana umat dipanggil untuk memprioritaskan perjumpaan dengan Allah. 

“Bacaan injil hari raya Paskah dari tulisan Yohanes dimulai dengan hari pertama minggu itu yang berarti hari minggu. Begitu juga dengan bacaan minggu Paskah kedua ini dimulai dari pada malam pertama sesudah hari sabat yang berarti sehari setelah hari sabat adalah hari minggu. Hari pertama mempunyai makna hari untuk bersyukur, hari untuk berjanji, hari untuk berharap,” jelasnya. 

Lanjut Pastor Angki, Hari Minggu mempunyai makna memprioritaskan perjumpaan dengan Allah yaitu putranya Yesus Kristus.

“Yohanes mau mengatakan, Paskah itu, Hari Minggu itu, adalah saat perjumpaan. Di Hari Paskah, semua orang mencari Yesus, dan pada Paskah kedua ini, Yesuslah yang mencari murid-murid-Nya. Ini adalah perjumpaan iman,” ujar Pastor.

Pastor Angki juga mengajak umat merenungkan tema kerahiman dan damai yang mewarnai peristiwa Paskah Kedua ini. Yesus, dalam penampakan-Nya, memulai dengan sapaan, “Damai bagi kamu,” lalu memberikan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya.

“Damai itu berakar pada Roh Kudus. Damai yang Yesus berikan adalah bentuk nyata dari kerahiman-Nya, bahkan kepada mereka yang telah melukai dan menyakiti-Nya. Inilah tantangan kita, berdamai dan mengampuni dengan tulus,” jelasnya.

Mengakhiri homili, Pastor Angki mengingatkan bahwa Hari Minggu bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk saling mengampuni, memperbarui iman, dan membangun perdamaian sejati.

“Hari Minggu adalah Hari Perdamaian. Saat kita berjumpa dengan Allah dan dengan sesama, kita dipanggil untuk menghidupi kerahiman dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.(Roy)

KONTEN POPULER

Latest articles

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

More like this

Legio Christi Ambil Bagian dalam Perayaan Hari Minggu Misi Sedunia ke-100

TAHUNA – Kelompok Kategorial Legio Christi (LC) mengambil bagian dalam pelayanan pada perayaan Hari...

Minggu Misi Sedunia ke-100, Umat Tahuna Diajak Bersatu dalam Kristus

TAHUNA – Umat Katolik di Gereja Santo Yohanes Rasul Tahuna merayakan Hari Minggu Misi...

RD. Frantosius Kadoang: Kasih dan Komitmen Menjadi Fondasi Kehidupan Perkawinan

Tahuna – Kasih, kesetiaan, dan tanggung jawab menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan perkawinan...