BerandaBerita KomsosPastor Yong: Baca KS Berarti Perhatian dan Fokus Pada Sabda Tuhan dan...

Pastor Yong: Baca KS Berarti Perhatian dan Fokus Pada Sabda Tuhan dan Berkomunikasi Dengan Tuhan

Published on

spot_img

Manado – “Membaca Kitab Suci (KS) berarti perhatian dan fokus kita ada pada Sabda Tuhan, dan kita berkomunikasi dengan Tuhan,”

Hal ini diungkapkan dalam homili selebran Pastor Dr Johanis Ohoitimur, MSC (Yong) pada Misa kedua, Hari Minggu Sabda Allah, bertempat di Gedung Gereja Paroki St Mikael Perkamil Manado, Minggu, (26/01/2025).

Menurut Pastor Yong, Sejak tanggal 30 September 2019, hari minggu biasa ke-3 dalam tahun liturgi gereja kita rayakan sebagai Hari Minggu Sabda Allah. Tujuannya, agar umat Gereja merenungkan peranan Sabda Allah dalam kehidupannya. Inspirasi Hari Minggu Sabda Allah berasal dari bacaan I dan Injil hari ini. Bacaan I: Imam Ezra membaca KS, dan dalam Injil: Yesus membaca KS. “Membaca” berarti menaruh perhatian pada sesuatu di luar diri kita. Membaca berarti kita fokus tidak pada diri sendiri tapi pada sesuatu yang lain, pada orang lain.

Lanjut Pastor Yong, berkenaan dengan Sabda Allah itu, apa yang bisa kita petik dari bacaan-bacaan KS hari ini?

“Bacaan I: Bangsa Israel baru saja kembali dari pembuangan di Babilonia. Mereka ingin menata kembali kehidupan yang sebelumnya berantakan. Maka imam Ezra menghimpun umat, dan Kitab Suci ditakhtakan sebagai pusat kehidupan, ayat-ayatnya, yaitu Sabda Allah dibacakan dan dijelaskan. Agar semua orang mendengar dengan baik, Imam Ezra berdiri di mimbar yang lebih tinggi. Semua umat mendengar dengan penuh hormat, dan mereka pulang dengan sukacita. Itulah yang dilanjutkan dalam Gereja sebagai ibadat sabda. Ibadat sabda menjadi kesempatan kita dekat dengan sabda Allah, mendengar dan menghormati Sabda Tuhan, dan hasilnya persatuan umat diteguhkan. Kekuatan persatuan kita ialah Sabda Allah,” tuturnya. 

“Bacaan Injil. Yesus tampil di sinagoga di Nasareth, Ia membaca ayat-ayat dari kitab nabi Yesaya. Semua umat berdiri dan mendengar dengan hormat. Sesudah itu, Yesus memberi kotbah dengan mengatakan “pada hari ini genaplah nas tadi pada waktu kamu mendengarnya.” Artinya, yang dikatakan Allah dalam firmannya kepada nabi Yesaya, terpenuh pada Yesus. Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan nabi Yesaya. Misi Yesus ialah pembebasan manusia. Kita dapatkan di sini, juga suatu bentuk ibadat Sabda. Kita harus berdiri saat injil Yesus dibacakan, dan kita menghormatinya. Sabda Tuhan terpenuhi pada Yesus, karena Yesus adalah sang Sabda yang menjadi daging. Injil mendekatkan kita pada Yesus, membaca dan merenungkan Injil, merupakan cara untuk terbuka kepada Tuhan. Dengan mendengar Injil, kita siap mengikuti Yesus, melaksanakan misi-Nya,” ujarnya.

“Bacaan II. Buah dari menerima dan menghormati Sabda adalah persatuan. Rasul Paulus menggambarkan kemajemukan rahmat Allah dalam persekutuan umat. Setiap anggota umat mendapatkan karunia yang berbeda-beda. Meskipun berbeda-beda, kita saling menyempurnakan. Kemajemukan bukan alasan untuk saling menolak atau menyangkal. Sebaliknya, untuk saling menghargai, saling membantu, saling menyempurnakan,” jelasnya.

Pastor Yong menegaskan, Pesan bagi kita. Hendaklah kita hormati Sabda Allah, kita bersemangat untuk mendengarkan bacaan KS.

“Baiklah di setiap keluarga diletakkan KS di tempat tertentu, dan keluarga memberi waktu untuk membacanya. Jika tidak bisa berkumpul bersama, paling tidak ada satu anggota keluarga yang membacakan KS dalam keluarga. Itu akan menjadikan keluarga itu hidup dari Sabda Allah,” jelasnya.

Pastor Yong Kiranya dalam setiap persekutuan, kita rayakan Ibadat Sabda, mendengar dengan hormat bacaan KS.

“Di mana KS dibacakan, firman Allah menguduskan dan menguatkan orang yang membaca, merenungkan, dan menghormatinya. Di Paroki kita pemimpin ibadah harus berpakaian liturgis. Ini contoh yang baik dari sikap menghormati Sabda Allah,” tandasnya.(man repi)

KONTEN POPULER

Latest articles

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...

Paroki Bunda Teresa – GPI Gelar Pelatihan Leadership hingga Pendidikan Seks Anak

Dalam rangka meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan keterampilan komunikasi para pendamping serta penggerak pembinaan umat,...

More like this

Menteri Agama Serahkan KMA Kepanitiaan Pesparani Katolik Nasional IV kepada Panitia

Jakarta, 29 September 2026 — Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Keputusan Menteri...

Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna Ikuti Peningkatan Kapasitas Team Paroki Nusa Utara

PINELENG – Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna turut ambil bagian dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas...

Pemkab Banggai Laut Lepas Kontingen Pesparani Katolik ke-I Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026

Banggai - Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Laut secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara...