BerandaBerita KomsosPastoral di Ujung Utara NKRI: Dari Tahuna Menuju Marore, Merawat Iman dan...

Pastoral di Ujung Utara NKRI: Dari Tahuna Menuju Marore, Merawat Iman dan Menjaga Indonesia

Published on

spot_img

Tahuna – Di tengah bentangan Laut Sulawesi yang luas dan gelombang yang tak selalu bersahabat, semangat pelayanan tak pernah surut. Dari kota Tahuna menuju wilayah terluar Indonesia di Kecamatan Kepulauan Marore, perjalanan panjang kembali ditempuh demi menghadirkan kasih, perhatian dan penguatan iman bagi umat di tapal batas negeri.

Selasa malam, Pastor Paroki Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna, RD. Jacob Adilang, Pr bersama sejumlah umat telah berada di atas Kapal Sabuk Nusantara 109 sejak pukul 23.00 WITA. Kapal perintis milik pemerintah tersebut melayani rute Tahuna – Kawaluso – Kawio – Matutuang – Marore dan sebaliknya hingga berakhir di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Tepat pukul 01.00 WITA, kapal bertolak dari Pelabuhan Nusantara Tahuna membelah lautan menuju wilayah perbatasan Indonesia–Filipina. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 jam, rombongan akhirnya tiba di Pulau Marore pada pukul 16.00 WITA.

701281429 1486152043039834 7227888056317702861 n
Pastor Jacob Adilang,Pr menyalami petugas dari negara tetangga Filipina di Border Crossing Officers

Pulau Marore bukan sekadar pulau kecil di ujung utara Nusantara. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina Selatan. Bahkan dari wilayah ini, daratan Filipina dapat terlihat jelas ketika cuaca cerah. Dengan perahu motor kecil, perjalanan menuju wilayah Filipina Selatan hanya memerlukan beberapa jam pelayaran.

Kedatangan Pastor Paroki disambut langsung oleh Camat Kepulauan Marore, Marcos Sasiang, S.IP bersama sejumlah umat. Sambutan hangat itu menjadi gambaran nyata bagaimana sinergitas antara pemerintah kecamatan dan tokoh agama terjalin begitu baik di wilayah perbatasan ini.

Kepemimpinan Camat Marcos Sasiang mendapat apresiasi tersendiri dari masyarakat. Di tengah keterbatasan wilayah terluar, ia hadir sebagai sosok pemimpin yang sederhana, santun dan mampu membangun keharmonisan lintas elemen masyarakat. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan keagamaan menjadi tanda bahwa menjaga perbatasan bukan hanya soal keamanan wilayah, tetapi juga menjaga persaudaraan dan kemanusiaan.

698023427 1486213619700343 3822295574091901230 n
Perayaan Ekaristi oleh PastorJacob Adilang,Pr.

Setibanya di Marore, Pastor Paroki bersama Kapten Kapal Sabuk Nusantara 109, Jories Rahalus, diajak Camat Marore menikmati kopi dan kue sederhana di area rumah dinas camat. Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, percakapan tentang pelayanan, kehidupan masyarakat perbatasan hingga harapan pembangunan bagi Marore mengalir hangat ditemani semilir angin laut utara Indonesia.

Usai menikmati kebersamaan tersebut, Pastor Paroki bersama umat sempat mengunjungi sejumlah titik vital di kawasan perbatasan sebelum melaksanakan Perayaan Ekaristi.

Sekitar pukul 18.20 WITA, Perayaan Ekaristi pun dimulai dengan penuh kekhidmatan. Hadir dalam perayaan tersebut Camat Marore bersama masyarakat setempat, umat dari pusat paroki serta umat Katolik di Pulau Marore.

699700847 1486214366366935 8494824177539497795 n

Dalam homilinya, RD. Jacob Adilang, Pr merefleksikan bacaan dari Kisah Para Rasul 17:15-22;18:1 dan Injil Yohanes 16:12-15. Pastor Jacob menegaskan bahwa Rasul Paulus berani hadir di tengah dunia yang berbeda untuk membawa terang Kristus. Paulus tidak datang untuk menghakimi, melainkan untuk memahami, merangkul dan memperkenalkan kasih Allah kepada semua orang.

Sementara dalam Injil, Yesus menjanjikan Roh Kudus yang akan menuntun umat kepada seluruh kebenaran. Menurut Pastor Jacob, masyarakat perbatasan memiliki panggilan mulia untuk tetap menjaga iman, persaudaraan dan cinta tanah air meski hidup jauh dari pusat pemerintahan.

“Perbatasan bukan halaman belakang Indonesia. Perbatasan adalah beranda depan bangsa ini. Karena itu masyarakat Marore harus tetap bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ungkapnya dalam homili.

699752818 1486214439700261 1617390353494500402 n

Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan Camat Marore dan Pastor Paroki. Dalam sambutannya, Camat Marcos Sasiang menyampaikan terima kasih atas perhatian Gereja terhadap masyarakat di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Pastor Paroki juga mengajak seluruh umat untuk terus menjaga semangat persaudaraan dan gotong royong demi membangun kehidupan masyarakat yang damai dan penuh harapan.

Momentum kebersamaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial dari Megaria Supermarket kepada umat Katolik dan sejumlah masyarakat di Marore. Bantuan itu menjadi simbol kepedulian dan kasih yang menembus batas geografis.

699738385 1486214116366960 8424294964819555711 n
Camat Kepulauan Marore Marcos Sasiang.

Malam di ujung utara Indonesia itu akhirnya ditutup dengan makan bersama dalam suasana sederhana namun penuh sukacita.

Perjalanan pastoral ini bukan hanya tentang pelayanan Gereja. Ini adalah kisah tentang Indonesia yang hidup di tapal batas negeri. Tentang masyarakat yang setia menjaga Merah Putih di pulau-pulau terluar. Tentang para pelayan kemanusiaan yang tetap hadir meski harus menantang laut dan jarak.

Marore adalah wajah Indonesia yang mungkin jarang terlihat, namun denyut nasionalismenya begitu kuat terasa.

698818141 1486213976366974 7884479213320366110 n

Di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan Filipina ini, masyarakat tetap setia menyanyikan Indonesia Raya, menjaga toleransi dan merawat harapan di tengah keterbatasan.

Sudah sepatutnya perhatian pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga para pemangku kepentingan semakin hadir bagi wilayah-wilayah perbatasan seperti Marore. Sebab menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan di ibu kota, tetapi juga di pulau-pulau kecil yang sunyi di garis terdepan negeri. Dan dari Marore, pesan itu kembali terdengar jelas Indonesia hidup sampai di ujung utara Nusantara. (Riko)

KONTEN POPULER

Latest articles

Santa Rita dari Cascia, Biarawati

Setiap tanggal 22 Mei, Gereja memperingati Santa Rita dari Cascia, Biarawati Rita lahir di Roccaporena,...

Ratusan Penggiat Komsos Keuskupan Manado Ramaikan Hari Komunikasi Sedunia di Paroki Warembungan

Ratusan penggiat Komunikasi Sosial (Komsos) paroki Keuskupan Manado menghadiri Family Gathering Komsos Keuskupan Manado...

Langkah Gemilang di Ajang Komsos Awards 2026

Warembungan, 17 Mei 2026 — Kegiatan Komsos Awards 2026 yang diselenggarakan di Gereja Santo...

Sabet 3 Gelar, Paroki St Veronika Raih Komsos Teladan, Paroki GPI Terfavorit

Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santa Veronika Kaiwatu sukses mendominasi ajang penghargaan pada Komsos...

More like this

Ratusan Penggiat Komsos Keuskupan Manado Ramaikan Hari Komunikasi Sedunia di Paroki Warembungan

Ratusan penggiat Komunikasi Sosial (Komsos) paroki Keuskupan Manado menghadiri Family Gathering Komsos Keuskupan Manado...

Langkah Gemilang di Ajang Komsos Awards 2026

Warembungan, 17 Mei 2026 — Kegiatan Komsos Awards 2026 yang diselenggarakan di Gereja Santo...

Sabet 3 Gelar, Paroki St Veronika Raih Komsos Teladan, Paroki GPI Terfavorit

Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Santa Veronika Kaiwatu sukses mendominasi ajang penghargaan pada Komsos...