BerandaBerita KomsosPekan PraPaskah Kedua: Pola Hidup Sederhana

Pekan PraPaskah Kedua: Pola Hidup Sederhana

Published on

spot_img

Manado – Pada pekan Prapaskah Kedua tepatnya, Selasa 27 Februari 2024, umat Wilayah Rohani (Wilroh) Sta Rosa de Lima melaksanakan ibadat sabda yang bertempat pada kediaman Keluarga Nangon-Rompis.

Sedikit berbeda dengan ibadat sabda sebelumnya, ibadat kali ini dibawakan oleh Sdra. Emanuel Narahawarin (Guntur) sekaligus memberikan pendalaman tema APP tahun 2024 kepada umat yang hadir.

Tema APP 2024 Keuskupan Manado yakni “Ekonomi Berkeadilan Ekologis”. Tema tersebut dirumuskan dalam 5 sub-tema.

Pada kesempatan ini Saudara Emanuel (Guntur), membawakan pendalaman sub-tema yang pertama yaitu “Pola Hidup Sederhana”.

Pertama-tama, Guntur menjelaskan tentang inspirasi awal sehingga diangkatnya tema tahun ini yaitu diantaranya terinspirasi dari ensiklik-ensiklik yang dikeluarkan oleh Paus Fransiskus. Ensiklik Laudato Si’ yang berbicara soal jeritan dunia yang semakin menderita, serta Ensiklik Laudate Deum yang menyinggung tentang relasi manusia dengan alam.

Pada pendalaman sub-tema yang pertama, yaitu “Pola Hidup Sederhana”, Saudara Guntur menjelaskan bahwa hidup sederhana dapat dimaknai dengan “tidak tamak dan tidak berlebihan, artinya kita mengambil atau menggunakan hanya sesuai kebutuhan saja dengan maksud demi hidup yang berkelanjutan. Adil bukan hanya untuk kita manusia yang hidup saat ini, melainkan untuk alam dan anak-cucu kita yang akan hidup dimasa yang akan datang”.

Saudara Guntur membuka interaksi dengan umat dalam memilih komitmen apa yang akan diambil untuk dipraktekan bersama. Umat yang hadir sepakat dan memilih komitmen untuk “makan secukupnya” yang nantinya akan dipraktekkan sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti pendalaman sub-tema kali ini.

Selanjutnya, ibadat dan pendalaman tema APP pun berakhir dan dilanjutkan dengan santap kasih bersama. Sebanyak kurang lebih 16 umat yang hadir, bersama pemimpin ibadat, “makan secukupnya” dalam santap kasih yang telah disiapkan oleh keluarga.

_(Komsos WR Sta. Rosa de Lima, Romario Pratasik dan Fernalitha Nangon)_

KONTEN POPULER

Latest articles

Mengasihi Tanpa Batas, Mengampuni Tanpa Akhir

Kasih Kristiani bukanlah kasih yang bersyarat. Kasih sejati mengalir dari hati yang rela memberi...

Menjadi Saksi Kristus di Tengah Penderitaan

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,Hari ini Gereja mengenangkan Santo Paulus Miki dan Kawan-kawan, para martir...

Pulih oleh Kasih yang Tak Pernah Pergi

Sering kali kita menjalani hidup dengan hati yang lelah. Banyak tuntutan, harapan, dan kekecewaan...

Hati yang Bersyukur, Hidup yang Diberkati

Mengucap syukur bukan sekadar kebiasaan mengucapkan “terima kasih” saat menerima hal baik, melainkan sikap...

More like this

72 Tahun menjadi tempat pertemuan umat manusia dengan Allah

Manado, 1 Januari 2026 — Perayaan ulang tahun Paroki St. Ignatius Manado berlangsung penuh...

Peningkatan Kapasitas Sekretaris dan Komsos Paroki St. Ignatius Manado

Manado — Dewan Pastoral Paroki St. Ignatius Bidang IV menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sekretaris...

Visi Paroki Bunda Teresa – GPI 2026-2030, Mengembangkan Jati Diri dan Martabatnya

Pastor Fransiscus Antonio Runtu Pr., memaparkan visi Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah...