Pembukaan Rapat Signis Indonesia di Ketapang

0
429

Asosiasi Pekerja Media Katolik Indonesia-Signis, mengadakan sidang tahunan Di Pusat Pastoral Bina Karya Keuskupan Ketapang, Kalimantan Barat, Tanggal 24-28 Februari 2018.

Upacara pembukaan Rapat ditandai dengan penerimaan secara adat Dayak dipimpin lembaga adat setempat didampingi oleh Uskup Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi.

34 peserta yang dipimpin presiden Signis, Rm. Frans de Sales, SCJ disambut dengan ritual pemasangan kopiah coklat kepada presiden Signis, pemotongan bambu penghalang dan meminum tuak.

Seremoni Pembukaan ditandai oleh sambutan ketua panitia lokal, sambutan presiden Signis, sambutan wakil pemerintah kabupaten dan bapak uskup Pius ini berlangsung sangat meriah. Penari dan pemain musikpun dihadirkan untuk menyemarakkan acara ini.

Mewakili panitia lokal, bapak Budi Matius, ketua pemuda katolik dan ketua DPRD kabupaten Ketapang ini merasa bangga dan berterima kasih karena rapat Signis diadakan di Keuskupan Ketapang dan berharap supaya Rapat boleh berlangsung baik.

Sementara itu Rm. Frans de Sales, SCJ yang juga Ketua Komsos Keuskupan Agung Palembang memperkenalkan tentang Signis dan menerangkan tema pertemuan Signis kali ini yaitu The Roles of Media on sanctifying the world for the unity of creation. Tema ini terinspirasi oleh 3 hal ini: pertama, Peranan media sangat besar dalam hidup sehari-hari, kedua Tema Hari studi para Uskup, bulan November 2017: Gereja Menguduskan dunia, Ketiga, Kepedulian Uskup Ketapang atas keselamatan alam di Bumi Kalimantan.

Meski agak terkejut dengan penyambutan secara adat, tetapi Romo Frans merasa bersyukur karena para anggota Signis, boleh belajar budaya lain dan mengerti keberadaan sesama anggota yang berkarya di Keuskupan Ketapang.

Signis Indonesia tak pernah jauh dari Gereja. Ia berharap kiranya kehadiran anggota Signis di Keuskupan Ketapang juga memberi inspirasi bagi semua. Dalam rangkaian pertemuan anggota Signis akan berkunjung ke paroki untuk menanam pohon. Akhirnya Romo Frans berterima kasih dan memohon doa Uskup dan umat untuk Rapat dan untuk karya karya Signis.

Sementara itu Mgr.Pius Riadi Prapdi, Uskup Ketapang, atas nama umat dan Komsos Ketapang berterima kasih dan rasa bangga, Karena dipercayakan menjadi penyelenggara. Mgr. Pius yang juga dipercayakan menjadi Ketua Komisi Kepemudaan KWI ini, mengingatkan betapa media komunikasi jaman “now” sudah menjadi “cara berada”. Apa yang tidak ada di media dianggap seolah olah tidak ada. Media sudah menjadi cara Mengubah tatanan. Karena itu para komunikator memegang peranan sangat penting. Dan apa yang harus dimiliki dalam diri para komunikator sebagai api yang membakar? Itulah Huruf C ( yang kebetulan lupa dicantumkan di spanduk thema). C- itulah CINTA. Cinta Ada di hati para komunikator Signis. CINTA TAK PERNAH KEHABISAN CARA UNTUK MENGUBAH DUNIA. Mengubah dunia, tak pernah boleh tanpa Cinta. Karena itu Mgr. Pius berharap, para anggota signis memiliki Cinta supaya boleh membawa makin banyak orang makin bijaksana menggunakan media. Semoga makin banyak umat mampu menggunakan media bukan hanya untuk mencari kepentingan diri tetapi untuk menjadikan dunia makin layak ditinggali bersama karena di dalamnya ada cinta. Selamat bersidang.

Acara pembukaan hari ini ditutup dengan makan malam bersama dan menonton film hasil karya Komsos Keuskupan Agung Semarang berjudul: Di Mataku, karya Rm. Noegroho Agung.

(Dilaporkan dari Ketapang-p.steven lalu)

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini