Pembukaan Yubileum Kevikepan Manado

0
787

Press Realease

Yubileum 150 tahun Gereja Katolik Bertumbuh Kembali di Keuskupan Manado

Yubileum berasal dari Bahasa latin, IUBILEUS yang berarti tahun peringatan, ulang tahun. Beranjak dari tradisi Yahudi (Imamat 25:10), tahun Yobel yakni tahun ke-50 (sesudah 7 x 7 tahun).

Tahun Yubileum juga disebut sebagai tahun pengudusan, perahmatan dan kebersamaan dengan Tuhan dan sesame dalam suasana syukur.

Tahun 1563, Pst. Magelhaes membabtis Raja Siau, Raja Manado dan 1,500 orang lainnya.

Pada tahun 1677 – 1868 Pelayanan Gereja Katolik terhendti karena persoalan dengan VOC.

Baru kemudian pada tanggal 14 September 1868, Pst. Johanes de Vries, SJ membabtis 24 orang di Kema dan ini menjadi awal bertumbuh kembalinya Gereja Katolik di Keuskupan Manado.

Pada tahun Yubileum 150 tahun ini, Tema yang diangkat adalah: “BETAPA MULIA NAMAMU, YA TUHAN, DI SELURUH BUMI (Mzm 8:10) dan Sub Tema : “DENGAN SEMANGAT YUBILEUM 150 TAHUN GEREJA KATOLIK KEUSKUPAN MANADO, BERJALAN BERSAMA SEMUA ORANG DALAM TERANG YESUS KRISTUS”

Dan sebagai pembukaan acara Yubileum 150 tahun di tingkat Kevikepan Manado, Panitia menyenggarakan Prosesi Doa Rosario dan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC sebagai selebran utama dan para Pastores di Kevikepan Manado selaku co-Selebran pada hari Senin 30 April 2018 di Kawasan Megamas Manado. Acara yang dihadiri oleh Bapak Walikota Manado beserta jajaran Forpimda ini akan diikuti oleh sebanyak 10 Paroki-paroki yang ada di Kevikepan Manado, dengan jumlah umat yang diprediksi hadir sebanyak lebih dari 10,000 orang umat.

Pst. Frans Mandagi, pr selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa acara Pembukaan Tahun Yubileum di tingkat Kevikepan ini akan dimulai tepat pk.17:00 WITA dengan prosesi atau perarakan diawali oleh sekitar 100 orang para Putra Putri Altar yang ada di Kevikepan Manado, kemudian diikuti para Remaja Rasul Rosario yang merupakan para Remaja yang diutus oleh tiap-tiap Wilayah Rohani masing-masing dimana pada hari itu mereka secara khusus akan dilantik, diberkati dan diutus oleh Bapa Uskup agar menjadi para Rasul yang mampu memimpin ibadat Rosario di Wilayahnya serta menjadi pewarta kabar baik. Jumlah Remaja Rasul Rosario ini diperkirakan mencapai 1,000 orang. Dan setelah rombongan para Remaja Rasul Rosario, kontingen umat per Paroki diatur sedemikian rupa untuk berarak dan berjalan sambal mendaraskan doa Rosario serta litany maupun lagu-lagu pujian kepada Bunda Maria yang adalah Bunda Yesus Kristus. Kontingen-kontingen umat yang berasal dari 10 Paroki yang ada di Kevikepan Manado ini, antara lain:

  1. Paroki Yesus Gembala Yang Baik – Rike,
  2. Paroki Hati Tersuci Perawan Maria – Katedral,
  3. Paroki Yesus Gembala Baik – Paniki,
  4. Paroki Raja Damai – Rike,
  5. Paroki St. Joseph Pelindung Pekerja – Kleak,
  6. Paroki St. Ignatius – Manado,
  7. Paroki Sta. Theresia – Malalayang
  8. Paroki Hati Kudus Yesus – Karombasan
  9. Paroki St. Mikael – Perkamil
  10. Paroki Ratu Rosari Suci – Tuminting

Para kontingan tiap Paroki ini akan membawa serta ‘BUNDA MARIA’ hidup dalam perarakan tersebut, dimana tiap Bunda Maria hidup tersebut akan diperankan oleh umat sebagai penggambaran Bunda Maria yang hidup

Meskipun ada tim Juri yang akan melakukan penilaian terhadap para kontingen Prosesi Rosario ini, namun diharapkan umat tidak terfokus kepada ‘lomba’ atau ‘penilaian’ tersebut, melainkan secara khusuk dan tertib berdoa dan berdevosi selama perjalanan. Karena nilai penting yang terkandung pada acara ini justru ungkapan syukur dalam bentuk doa yang didaraskan oleh umat. Adapun bila nanti ada dari Kontingen Paroki yang dinilai sebagai kontingen terbaik, itu semata-mata merupakan penghargaan dari Panitia yang dilakukan oleh Juri sebagai tim penilai kepada Paroki tersebut yang telah aktif melibatkan banyak umatnya dan berdoa selama perjalanan prosesi dengan baik tentu saja. Penilaian yang diberikan juga termasuk pada hal kebersihan di areanya masing-masing, karena jangan sampai umat meninggalkan lokasi acara dalam kondisi banyak sampah dan kotor. Budaya mejaga kebersihan ingin dibawa juga oleh Panitia pada acara ini.

Prosesi Rosario ini akan berjalan di seputaran Kawasan Magamas dengan mengambil jarak sekitar 2 Km. Dan berakhir di area Pohon Kasih, dimana akan dilangsungkan Perayaan Ekaristi dengan Selebran Utama adalah Bapa Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC dan para Pastores Kevikepan (yang berjumlah sekitar 20 orang) sebagai co-Selebran-nya.

Selesai perayaan Ekaristi, akan dilaksanakan berkat serta perutusan khusus kepada para Remaja Rasul Rosario dan tentu saja Seremoni Pembukaan Tahun Yubileum untuk tingkat Kevikepan Manado yang akan dibuka oleh Walikota Manado, Bapa Uskup beserta para Pastores Kevikepan Manado dengan ditandai pemukulan tetengkoren dan pelepasan kembang api.

 

Manado, 30 April 2018

Sie Komsos Kevikepan Manado

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini