“Pergilah, Jangan Takut, Layanilah”

0
1402

KOMSOS MANADO. Ungkapan ini adalah tema yang digunakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Ratu Rosari Suci Tuminting dengan mengadakan kegiatan “Temu Sahabat” dengan OMK St. Gregorius Agung Paroki Sta Maria Pengantara Dumoga yang berlangsung dari tanggal 24 sampai 26 Juni 2017.

Setelah OMK Tuminting melakukan perjalanan selama kurang lebih 6 jam dari Kota Manado, sesampainya OMK tuminting di Paroki Sta. Maria Pengantara Dumoga di sambut dengan Tarian Penjemputan tamu, setelah itu kegiatan dimulai sekitar pukul 17.00 WITA dengan perkenalan secara singkat pengurus omk dan panitia kegiatan temu sahabat, perkenalan antara OMK Tuminting dan Dumoga, dan pembagian tempat penginapan. Pukul 20.30 WITA OMK Tuminting diantar ke tempat live in atau penginapan di rumah-rumah umat yang ada di Paroki Sta. Maria Pengantara Dumoga.

Minggu, 25 Juni 2017, Pukul 09.00 WITA diadakan Perayaan Ekaristi yang menjadi selebran utama Pst. Novri Korompis, Pr dan konselebran Pst. Andreas Rumayar, Pr dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Manado.

Dalam homilinya, Pst. Novri mengatakan bahwa pembinaan untuk orang muda di paroki-paroki menjadi tanggung jawab semua umat paroki, serta orang muda harus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada di paroki sendiri jangan hanya dilibatkan dalam kegiatan situasional misalnya kerja bakti, angkat kursi, buang sampah, bersihkan aula dan lain sebagainya.

Selesai Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan pentas seni dari OMK Tuminting dan Dumoga. Sekitar pukul 11.30 WITA seluruh umat dan OMK mendengarkan materi yang disampaikan oleh P. Andreas Rumayar, pr yang berbicara menggenai pelatihan dalam merencanakan, menyusun dan memonitor program kerja yang mengacu pada visi misi serta nilai dan spiritualitas untuk OMK yaitu spiritualitas keterlibatan/ partisipatoris.

Bagi kita di Keuskupan Manado, setelah mempelajari sumber nilai dan spiritualitas ini, maka ditemukan 4 nilai utama yg menjadi orientasi persekutuan kita, yakni, OMK KUSUMA adalah OMK yang Cerdas, Tangguh, Militan dan Misioner.

Harapan saya untuk OMK tuminting dan dumoga telah memulai suatu ajang formasi yg baik. Kegiatan pertemuan ini tdk hanya menekankan selebrasi saja tapi juga formasi.

Formasi OMK sangat dibutuhkan mengingat zaman ini tantangan terberat dalam diri orang muda adalah tidak hanya soal iman tapi bagaimana iman itu dinyatakan dalam kehidupannya, dalam pergaulan dan partisipasinya sebagai org muda. Oleh Gereja, orang muda diharapkan menjadi agen kabar baik, pembagi sukacita injil, pemberi harapan, dan pioner dalam karya kerasulan. Semoga dgn mendalami nilai2 dan spiritualitas OMK, semakin banyak org muda kita yg membawa pengaruh Injil bagi dunia, become an Agen of change.

Setelah selesai materi para peserta melanjutkan kegiatan outbond sekitar pukul 15.00 Wita, dalam outbond ini mengajarkan kekompakan, kebersamaan antar omk dan sekitar pukul 18.00 WITA dilanjutkan dengan materi yang dibawakan oleh Bpk. Devi Rasu dari komisi Kateketik Keuskupan Manado, dalam materi ini Pak Devi menyampaikan bahwa omk adalah masa depan gereja, untuk itu omk yang menjadi generasi muda haruslah menjadi kuat, tangguh, dan militan. Untuk menciptakan omk yang militan harus punya modal awal yaitu tentang pengetahuan dan modal tentang iman katolik. Harapannya yaitu orang muda harus berelasi dengan sesama OMK “yang ada di pelosok” supaya OMK bisa belajar tentang solidaritas, memupuk rasa persaudaraan, kebersamaan antar sesama OMK serta menambah pengetahuan tentang iman katolik. Setelah selesai materi, dilanjutkan dengan acara malam kebersamaan.

Senin, 26 Juni 2017, seluruh OMK melakukan kegiatan bersama keluarga yang menjadi tempat live in sampai pukul 10.00 WITA, ada yang memberi makan ternak, ada yang melakukan kegiatan rumah. Setelah itu OMK Tuminting kembali ke Stasi Tambun untuk acara perpisahan. Sesampainya di Stasi Tambun, seluruh umat sudah berkumpul menyambut kedatangan OMK Tuminting dan dilanjutkan dengan acara perpisahan.

Kesan dan pesan dari ketua OMK Dumoga Brigita Sembel yaitu: “Saya pribadi memiliki banyak cerita selama 3 hari kegiatan. Satu kesempatan yang indah bisa disatukan bersama-sama dengan OMK Tuminting yang begitu luar biasa hebat . Terlalu banyak cerita di balik kegiatan temu sahabat ini. Dan hal yg paling membuat saya terkesan yaitu semangat dan kerjasama yang baik dari teman-teman OMK Tuminting yang walaupun sudah sangat lelah masih mau membantu kami OMK Dumoga dalam menyukseskan kegiatan temu sahabat ini. ‘Masih rela mo angka2 aer, angka sampah, deng angka meja’. Dan ada satu kalimat dari teman OMK Tuminting katakan pada saya yaitu Ka Achel saat mempersiapkan outbond  ‘kalo ngoni kerja torang kerja, kalo ngoni makang torang makang’ satu kalimat yang menggambarkan luar biasa hebat OMK Tuminting. Adapun harapan kiranya kebersamaan kita, tali persaudaraan diantara OMK Tuminting dan Dumoga tidak hanya berakhir dengan selesainya acara ini tapi kebersamaan kita akan terus terjalin sampai kapanpun dan semoga OMK Dumoga dan Tuminting sebagai jiwa-jiwa muda harapan Gereja boleh menjadi lebih baik lebih bersatu lagi kedepannya. Terima kasih untuk OMK Tuminting yang sudah mau datang berbagi pengalaman iman bersama kami OMK Dumoga.”

William Suntama

 

 

 

Beri Komentar

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini