Misdinar atau Putra Putri Altar (PPA) Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah (GPI) kembali menggelar kegiatan perkemahan yang berlangsung di Paradise Waterpark Wenwin, Desa Sea, pada 8–10 Juli 2026. Perkemahan ini menjadi sarana pembentukan karakter, khususnya dalam melatih kemandirian, kreativitas, dan daya juang anggota PPA.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 anggota Misdinar bersama para pendamping sebagai bagian dari pembinaan karakter bagi para putra putri altar.
Pastor Paroki Bunda Teresa Calcutta GPI, Pst. Fransiscus Antonio Runtu, Pr., mengatakan bahwa perkemahan bukan sekadar kegiatan rekreasi, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter, khususnya dalam melatih kemandirian, kreativitas, dan daya juang para peserta.
“Selama ini dalam kehidupan sehari-hari di rumah, mereka hidup nyaman. Tinggal makan atau tidak perlu berusaha banyak untuk memperoleh sesuatu. Nah, mereka perlu keluar dari kebiasaan itu. Harus ada struggle, sehingga mereka mampu bertahan, menjadi kreatif, dan mandiri,” ujar Pastor yang akrab disapa Pastor Angki Runtu.

Menurutnya, melalui kehidupan berkemah, para peserta didorong untuk melakukan berbagai aktivitas secara mandiri, mulai dari memasak makanan sendiri, mencuci peralatan makan, mendirikan tenda, hingga bekerja sama dalam berbagai permainan dan kegiatan kelompok. Pengalaman tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, semangat kebersamaan, dan kekompakan di antara para putra putri altar.
Selama tiga hari pelaksanaan, suasana perkemahan berlangsung meriah. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama berbagai permainan (games) yang dipandu langsung oleh Pst. Valentino Pandelaki, Pr. Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan suasana penuh sukacita, tetapi juga mempererat persaudaraan di antara para peserta.
Rangkaian perkemahan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pst. Michael Kewo, Pr. Melalui perayaan syukur tersebut, seluruh peserta diajak untuk merefleksikan pengalaman selama mengikuti perkemahan dan membawa semangat pelayanan, persaudaraan, serta kemandirian dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam tugas mereka sebagai Misdinar di altar.(Roy)
