Manado – “Umumnya perpisahan menyedihkan hati orang yang berpisah. Para murid Yesus mengalami 2 kali perpisahan dengan Yesus,”
Ungkapkan Pastor Johanis Ohoitimur, MSC (Yong), pada Misa Kedua, Hari Raya Kenaikan Tuhan, bertempat di Gedung Gereja St Mikael Perkamil Manado, Kamis (29/05/2025).
Menurut Pastor Yong, Pertama ketika Yesus ditangkap, diadili, memikul salib, disalibkan, dan akhirnya mati dan dimakamkan. Pada perpisahan yang pertama ini, para murid merasa tergunjang, ketakutan, putus asa, dan kehilangan arah hidupnya. Mereka tercerai berai dan hidup dalam ketidak pastian. Ini perpisahan yang menyedihkan.
“Nah, untuk menguatkan para murid, Yesus tidak langsung naik ke surga sesudah kebangkitan-Nya. Ia masih ada di antara para murid. Ia berulang kali menampakkan diri kepada para murid, agar mereka disatukan kembali, agar iman mereka dikuatkan lagi, agar mereka kembali percaya kepada Yesus dan pewartaannya,” tuturnya.
Lanjut Pastor Yong, Kedua ketika Yesus naik ke surga, peristiwa yang kita peringati dan rayakan hari ini. Pada perpisahan yang kedua, tidak ada suasana ketakutan atau kesedihan.
“Pada akhir Injil yang kita dengar tadi, penginjil Lukas menulis begini: “Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.” (Luk 24:51-52). Perpisahan ini diwarnai kegembiraan, sukacita, pengharapan,” tegasnya.
Dikatakan Pastor Yong, Yesus naik ke surga sesudah 40 hari kebangkitannya. Dan selama 40 hari itu Ia berada dalam kemuliaan, bukan lagi hidup seperti sebelum Ia bangkit. Hidup-Nya tidak lagi bersifat duniawi, melainkan sepenuhnya rohani dan ilahi. Oleh karena itu Yesus bisa berulang kali menampakkan diri. Artinya, Yesus tetap ada di antara para murid, tetapi dengan cara yang rohani, bukan lagi secara fisik. Itulah suasana hidup baru sesudah kebangkitan; itulah hidup baru secara rohani.
“Kemuliaan sesudah kebangkitan itu sekarang menjadi sempurna dengan kenaikan ke surga. Ia pergi kepada Bapa di surga, mengalami kehidupan surgawi yang sempurna. Dalam bacaan II tadi, rasul Paulus: “Allah mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya dalam surga”,” jelasnya.
Pastor Yong bertanya dan menguraikan, Apa artinya peristiwa ini bagi kita? Kenaikan Yesus memperlihatkan secara terang benderang, bahwa kita yang menjadi pengikut Dia di dunia ini harus juga mengikuti jalan-Nya naik ke surga. Kenaikan Yesus menyatakan kepada kita, bahwa tujuan kita menjadi pengikut Yesus ialah bersatu dengan Bapa di surga. Bukan sekedar bangkit, tapi kita harus masuk ke surga.
“Maka Hari Raya Kenaikan Tuhan menyempurnakan pengharapan kita. Kita berharap bahwa kita juga suatu saat akan naik ke surga, bukan karena kemampuan kita, tetapi karena kita ditarik oleh Yesus yang mendahului kita. Kita ditinggikan oleh kenaikan Yesus ke surga,” urainya.
Pastor Yong menyampaikan, Satu pesan lain dari Yesus kepada murid-murid-Nya: Roh Kudus akan dicurahkan kepada agar mereka mampu menjadi saksi Yesus di Yesurusalem, sampai ke ujung bumi. Karena pesan ini, maka sesudah Yesus naik ke surga, para rasul berkumpul bersama St. Perawan Maria, sambil berdoa mereka menunggu pencurahan Roh Kudus.
“Marilah kita berdoa mohon Roh Kudus, agar kita juga dikuatkan untuk menjadi saksi Yesus dalam kehidupan pribadi, dalam keluarga, dalam WR dan kelompok kategorial, dalam Paroki dan dalam masyarakat. Semoga hari raya kenaikan Tuhan membantu kita melihat tujuan akhir hidup kita dengan lebih jernih,” tandasnya.
Berikut ini, jadwal dan Selebran Misa pertama, jam 07.00 Wita, Paroki St Mikael, Pastor Paroki St Mikael Perkamil Manado, RD Aloisius Wenseslaus Maweikere (Wens) dan Misa ketiga, jam 18.00 Wita, Pastor RD Theodorus Michael Palit (Theo).(man repi)
